PENGARUH SUHU RUANG DAN KELEMBAPAN UDARA KANDANG TERHADAP FREKUENSI NAPAS, FREKUENSI DENYUT JANTUNG, DAN SUHU REKTAL DOMBA EKOR TIPIS
Velya Lani Anabella, Prof. Dr. drh. Irkham Widiyono
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Suhu dan kelembapan lingkungan merupakan faktor yang memengaruhi respons fisiologis ternak, terutama pada domba yang dipelihara di daerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu ruang dan kelembapan udara kandang terhadap frekuensi napas, frekuensi denyut jantung, dan suhu rektal domba ekor tipis yang dipelihara secara intensif di kandang individual di Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan lima ekor domba ekor tipis jantan berumur 8–12 bulan dengan bobot badan 27–29 kg yang dipelihara selama dua bulan. Pengukuran suhu lingkungan, kelembapan udara, frekuensi napas, frekuensi denyut jantung, dan suhu rektal dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Kruskal Wallis, One-Way ANOVA, uji lanjut Bonferroni, serta analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan, kelembapan udara, dan nilai Temperature Humidity Index (THI) berbeda nyata antarwaktu pengamatan (P<0>
Environmental temperature and humidity are factors that influence the physiological responses of livestock, especially sheep raised in tropical areas. This study aimed to evaluate the effect of room temperature and home air humidity on respiration rate, heart rate, and rectal temperature of thin-tailed sheep raised intensively in individual pens in Bangunjiwo, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. The study used five male thin-tailed sheep aged 8–12 months and weighing 27–29 kg, kept for two months. Measurements of ambient temperature, air humidity, respiration rate, heart rate, and rectal temperature were taken in the morning, afternoon, and evening. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk test, Kruskal–Wallis test, One-Way ANOVA, Bonferroni's follow-up test, and linear regression analysis. The results showed that environmental temperature, air humidity, and Temperature Humidity Index (THI) values were significantly different between observation times (P<0>
Kata Kunci : Kata kunci: domba ekor tipis, frekuensi denyut jantung, frekuensi napas, kelembapan udara, suhu lingkungan, suhu rektal.