Pengaruh Kecepatan Pengelasan Dan Variasi Arus Listrik Pada Pengelasan Baja Karbon Sedang Aisi 1050 Terhadap Struktur Mikro, Kekuatan Tarik, Dan Kekerasan
Dimas Adrianto, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D.
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus listrik dan kecepatan pengelasan pada baja karbon sedang AISI 1050 terhadap struktur mikro, kekuatan tarik dan kekerasan. Serta mendapatkan parameter besarnya arus listrik dan kecepatan pengelasan yang akan digunakan dalam proses pengelasan baja karbon sedang AISI 1050 agar mempunyai sifat kekerasan dan kekuatan tarik yang baik serta mengetahui struktur yang terbentuk pada daerah HAZ dan daerah pengelasan. Penelitian dilakukan dengan mengunakan baja karbon sedang AISI 1050 dan dilakukan proses pengelasan dengan kampuh “V”. Pengelasan dilakukan dengan besar arus listrik yang berbeda yaitu 80 ampere, 100 ampere, dan 120 ampere dengan kecepatan pengelasan 10 cm/menit, 12 cm/menit, dan 14 cm/menit. Setelah proses pengelasan maka dilakukan pengujian struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik, pengukur kekerasan, dan pengujian tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik dan kecepatan pengelasan berpengaruh terhadap masukan panas yang terjadi. Semakin tinggi masukan panasnya dan menyebabkan temperatur las semakin meningkat maka pendinginannya semakin lambat. Apabila pendinginannya cepat maka hasil las akan lebih keras. Untuk mendapatkan hasil pengelasan dengan sifat mekanik dengan kekerasan yang paling tinggi pada logam las maka arus listrik yang digunakan sebesar 80 ampere dengan kecepatan pengelasan 14 cm/menit. Sedangkan untuk mendapatkan hasil dengan kekuatan tarik yang paling tinggi adalah dengan menggunakan arus listrik sebesar 120 ampere dengan kecepatan 10 cm/menit. Pada pengamatan secara mikro terlihat struktur yang terbentuk pada daerah logam induk dan HAZ adalah ferit dan perlit, sedangkan pada daerah pengelasan adalah ferit acicular (AF), ferit widmanstatten (WF), grain boundary ferit dan martensit (martensite).
The objective of this study was to determine the effect of varying welding current and speed on the microstructure, tensile strength, and hardness of AISI 1050 medium carbon steel. Additionally, the study aimed to identify the optimal current and speed parameters to achieve desirable hardness and tensile strength, as well as to characterize the microstructures formed in the Heat-Affected Zone (HAZ) and the weld zone. The research utilized AISI 1050 medium carbon steel, with welding performed using a "V" groove joint configuration. Welding was conducted at current levels of 80 A, 100 A, and 120 A, and welding speeds of 10 cm/min, 12 cm/min, and 14 cm/min. Following the welding process, microstructural analysis was performed using an optical microscope, alongside hardness measurements and tensile testing. The results indicate that welding current and speed influence the heat input. Higher heat input leads to elevated welding temperatures and slower cooling rates, whereas rapid cooling results in increased hardness. To achieve the highest hardness in the weld metal, the optimal parameters were a current of 80 A and a welding speed of 14 cm/min. Conversely, the highest tensile strength was obtained using a current of 120 A and a speed of 10 cm/min. Microstructural observations revealed that the base metal and HAZ consisted of ferrite and pearlite, while the weld zone contained acicular ferrite (AF), Widmanstätten ferrite (WF), grain boundary ferrite, and martensite.
Kata Kunci : AISI 1050, arus listrik, kecepatan pengelasan, ferit widmanstatten