Sumber Informasi, Karakteristik Demografi, dan Tingkat Pengetahuan Peternak Sapi Perah di Lereng Merapi Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman
Manifes Agil Fahrizi, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M. Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Perubahan iklim merupakan fenomena global yang berdampak pada sektor peternakan sapi perah, terutama melalui peningkatan suhu, perubahan curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem yang memengaruhi produktivitas dan kesehatan ternak. Pengetahuan peternak mengenai perubahan iklim menjadi faktor penting dalam mendukung kemampuan adaptasi terhadap dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber informasi, karakteristik demografi, dan tingkat pengetahuan peternak sapi perah mengenai perubahan iklim di Kapanewon Cangkringan, Lereng Merapi, serta hubungan antar variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 115 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5?n 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber informasi utama peternak berasal dari media massa dan interaksi antarpeternak, sedangkan pemanfaatan penyuluhan masih terbatas. Tingkat pengetahuan peternak bervariasi dan cenderung didominasi oleh pemahaman praktis dibandingkan pemahaman konseptual. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin dan tingkat pendidikan memiliki hubungan signifikan dengan beberapa indikator pengetahuan. Selain itu, sumber informasi juga berperan dalam membentuk tingkat pengetahuan peternak. Sementara itu, usia, jumlah anggota keluarga, dan lama beternak tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan akses terhadap informasi dan kegiatan penyuluhan menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan peternak dalam menghadapi perubahan iklim.
Climate change is a global phenomenon impacting the dairy farming sector, primarily through increased temperatures, changes in rainfall, and extreme weather events that affect livestock productivity and health. Farmers' knowledge of climate change is a crucial factor in supporting their ability to adapt to these impacts. This study aims to analyze the sources of information, demographic characteristics, and knowledge levels of dairy farmers regarding climate change in Cangkringan District, Sleman Regency, as well as the relationships between these variables. This study used a survey method with a quantitative descriptive approach to 115 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive analysis and the Chi-Square test at the 5% and 10% significance levels. The results show that farmers' primary sources of information come from the mass media and interactions between farmers, while the use of extension services is still limited. Farmers' knowledge levels vary and tend to be dominated by practical understanding rather than conceptual understanding. The Chi-Square test results indicate that gender and education level have significant relationships with several knowledge indicators. In addition, information sources also play a role in shaping farmers' knowledge levels. Meanwhile, age, number of family members, and length of farming experience did not show significant relationships. Therefore, increasing access to information and extension activities are crucial factors in enhancing livestock farmers' knowledge in addressing climate change.
Kata Kunci : karakteristik demografi, pengetahuan, perubahan iklim, peternak sapi perah, sumber informasi