Laporkan Masalah

Pelembagaan kerjasama antar pemerintah daerah dalam pengelolaan Daerah Aliran SUngai (DAS) Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan

SALAM, Muhammad Nur, Dr. I Ketut Putra Erawan, MA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Wilayah aliran DAS Jeneberang meliputi tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar dan Kota Makasar, sehingga pengelolaannya harus secara terpadu melibatkan ketiga kabupaten/kota tersebut. Oleh karena itu, aspek pelembagaan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan DAS Jeneberang menjadi penting. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah strategi pelembagaan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang Propinsi Sulawesi Selatan? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pelembagaan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan DAS Jeneberang secara terpadu. Analisis dilakukan dengan analisis SWOT dengan analisis lingkungan internal pada Dinas Kehutanan sehingga diperoleh kekuatan dan kelemahan serta analisis lingkungan eksternal sehingga diperoleh peluang dan ancaman dalam pelembagaan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan DAS Jeneberang. Analisis lingkungan digunakan untuk menentukan strategi pelembagaan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan DAS Jeneberang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Dinas kehutanan terutama adalah struktur organisasi pada Dinas Kehutanan yang memungkinkan untuk menjadikannya sebagai Leading Agency dalam pengelolaan DAS dan komitmen kelembagaan Dinas Kehutanan dalam upaya pengelolaan DAS Jeneberang secara terpadu disamping kelemahan yang ada terutama masalah sumber daya manusia yang kurang memadai baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, masalah perencanaan kelembagaan pengelolaan DAS pada Dinas Kehutanan belum dilakukan secara terpadu. Salah satu peluang adalah sudah terbentuknya lembaga pendukung pelembagaan kerjasama pengelolaan DAS, ada kemauan dan adanya komitmen lembaga-lembaga tersebut. Namun demikian, ancaman juga timbul terutama dari peraturan di tingkat daerah yang masih belum ada, sumber daya manusia pada lembaga pendukung yang masih kurang memadai, dan adanya tarik ulur kepentingan antarlembaga. Strategi-strategi yang dapat dikembangkan dalam pelembagaan kerjasama antar daerah adalah 1) Dinas Kehutanan mengkoordinasikan lembaga-lembaga yang ada; 2) Dinas Kehutanan meningkatkan komitmen kelembagaan lembaga lainnya; 3) Upaya internal Dinas Kehutanan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pegawai; 4) Pendanaan dan kelengkapan sarana dengan melibatkan lembaga lainnya; 5) Pembuatan perencanaan terpadu kelembagaan pengelolaan DAS; 6) Mendorong pemda menerbitkan peraturan yang mendukung pelemabgaan kerjasama pengelolaan DAS; 7) Peningkatan SDM; 8) Pembagian tugas yang jelas antar lembaga; 9) Alokasi dana dari pemda untuk kebutuhan pendanaan dan sarana pendukung; 10) Pembuatan perencanaan terpadu kelembagaan kerjasama pengelolaan DAS Jeneberang

The area of DAS Jeneberang flows consisting three regencies/cities, they are Gowa Regency, Takalar Regency and Makasar City, so the its management must be integrated involving the three regencies/cities. Therefore the inter-region cooperation institutionalization in DAS Jeneberang management is an important duty. The problem formulation in this research is what the strategy of inter-region cooperation institutionalization in DAS Jeneberang management in South Sulawesi Province? The purpose of this research is to analyze the strategy of interregion cooperation institutionalization in DAS Jeneberang management in integrated way. The analysis is done using SWOT analysis by analyzing internal environment in Forestry Body so it can be obtained the strengths and weaknesses. It also analyze the external environment so it can be obtained the opportunities and threats in inter-region cooperation institutionalization of DAS Jeneberang management. The environment analysis is then used to define the strategy of interregion cooperation institutionalization in DAS Jeneberang management. The result of research shows that the strengths of Forestry Body especially are the organization structure of Forestry Body that likely to place it in leading agency in DAS management and the institutionalization commitment of Forestry Body in the effort of integrated management of DAS Jeneberang. Its weaknesses especially are the problems of the lack of human resources both in the quality and quantity side, the problems of inter-region institutionalization planning of DAS Jeneberang management in Forestry Body hasn’t been done in integrated way. One of opportunities is the supporting institutions in inter-region institutionalization of DAS Jeneberang management is established and there’s willingness and commitment among them all. But, the threat also emerges in the legislation in regional level that hasn’t been made, the human resource in supporting institutions is also insufficient, and there’s interest ego among institutions. The strategies that can be developed in inter-region cooperation institutionalization are 1) Forestry Body coordinates the supporting institutions; 2) The Forestry Body increase the commitment of supporting institutions; 3) The internal effort of Forestry Body to increase the quality and quantity of human resources; 4) The funding and infrastructure availability involves the supporting institutions; 5) The making of integrated plan in institutionalization of DAS management; 6) Motivating local government to establish legislation that supports cooperation institutionalization of DAS management; 7) the human resources increase; 8) the clear work division among institutions; 9) the fund allocation from local government to the need of funding and supporting facilities; 10) the making of integrated planning of cooperation institutionalization in DAS Jeneberang management.

Kata Kunci : Otonomi Daerah,Kerjasama Antar Daerah,DAS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.