Laporkan Masalah

Pengaruh Periode Pemberian Suplementasi Nanopartikel Alginat pada Pakan terhadap Resistensi Lele (Clarias sp.) terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila

Delicia Jasmine Muntaz, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc.

2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN

Kematian pada lele akibat infeksi bakteri A.. hydrophila, menjadi suatu ancaman bagi keberlangsungan pembudidaya, sehingga diperlukan langkah pencegahan penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia). Sargassum sp. sebagai salah satu rumput laut cokelat penghasil alginat mampu meningkatkan kekebalan tubuh lele. Alginat dalam ukuran nano dapat meningkatkan bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan tambahan nanopartikel alginat sebanyak 2 g/kg pakan dengan periode pemberian berbeda terhadap resistensi infeksi A. hydrophila. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengap (RAL) dengan 6 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini meliputi: P0(-) sebagai kontrol negatif, P0(+) sebagai kontrol positif, P1 yaitu pemberian pakan dengan penambahan nanopartikel alginat 2g/kg pakan setiap hari, P2 yaitu pemberian pakan dengan penambahan nanopartikel alginat 2 g /kg pakan dua hari sekali, P3 yaitu pemberian pakan dengan penambahan nanopartikel alginat 2 g/kg pakan empat hari sekali, P4 yaitu pemberian pakan dengan penambahan nanopartikel alginat 2g/kg pakan enam hari sekali. Pemeliharaan lele dilakukan selama 80 hari sebelum diinfeksi A. hydrophila BCp-01-2 dengan pemberian pakan sesuai perlakuan sebanyak 3?ri total biomassa ikan. Pengamatan uji tantang dilakukan 7 hari setelah infeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan perlakuan dapat meningkatkan nilai sintasan, tingkat perlindungan relative, dan rerata waktu kematian lele pasca infeksi A. hydrophila BCp-01-2. Urutan perlakuan dari yang tertinggi hingga terendah secara berturut-turut yaitu P1, P2, P3, dan paling rendah yaitu P4. Nilai yang didapatkan dari perlakuan tertinggi (P1) yaitu sintasan sebesar 46,67 ± 7,63%, tingkat perlindungan relatif sebesar 29,17 ± 5.76%, dan rerata waktu kematian sebesar 103,74 ± 2.55 jam. Sedangkan nilai yang didapatkan dari perlakuan terendah (P4) yaitu sintasan sebesar 30,00 ± 5,00%, tingkat perlindungan relatif sebesar 6,68 ± 0,44%, dan rerata waktu kematian sebesar 95,51 ± 3 jam. Berdasarkan hasil sintasan, tingkat perlindungan relatif, dan rerata waktu kematian, suplementasi nanopartikel alginat pada pakan sebanyak 2 g/kg pakan yang diberikan setiap hari memberikan peningkatan kekebalan tubuh lele yang tertinggi.

Mortality in catfish caused by A. hydrophila infection poses a significant threat to the sustainability of catfish aquaculture, highlighting the need for preventive measures against Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Sargassum sp., a brown seaweed rich in alginate, has the potential to enhance the immune response of catfish. Converting alginate into nanoparticles can improve its bioavailability. This study aimed to evaluate the effect of dietary supplementation with alginate nanoparticles at a dose of 2 g/kg feed administered at different feeding intervals on the resistance of catfish to A. hydrophila infection. The experiment employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of six treatments with three replicates each. The treatments were: P0(-), negative control; P0(+), positive control; P1, feed supplemented with 2 g/kg alginate nanoparticles administered daily; P2, supplementation every two days; P3, supplementation every four days; and P4, supplementation every six days. Catfish were reared for 80 days prior to challenge with A. hydrophila BCp-01-2 and were fed according to the respective treatment at 3% of the total fish biomass. The challenge test was conducted for seven days following bacterial infection. The results showed that all supplementation treatments improved survival rate, relative percent survival (RPS), and mean time to death (MTD) of catfish after infection with A. hydrophila BCp-01-2. The treatments ranked from highest to lowest effectiveness were P1, P2, P3, and P4. The highest treatment (P1) resulted in a survival rate of 46.67 ± 7.63%, a relative percent survival of 29.17 ± 5.76%, and a mean time to death of 103.74 ± 2.55 hours. In contrast, the lowest treatment (P4) produced a survival rate of 30.00 ± 5.00%, a relative percent survival of 6.68 ± 0.44%, and a mean time to death of 95.51 ± 3.00 hours. Based on the survival rate, relative percent survival, and mean time to death, dietary supplementation with alginate nanoparticles at 2 g/kg feed administered daily provided the greatest improvement in the resistance of catfish against A. hydrophila infection.

Kata Kunci : Nanopartikel alginat, Sargassum sp., Sintasan, Uji Tantang/Alginate nanoparticles, Challenge Test, Sargassum sp., Survival Rate

  1. S1-2026-504211-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504211-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504211-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504211-title.pdf