Kajian Pendahuluan Induksi Obesitas pada Tikus Rattus norvegicus (Berkenhout, 1769) Betina Galur Wistar Menggunakan Cafeteria Diet
Rima Arvisya Natania Putri, Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Obesitas
merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh akumulasi jaringan
adiposa berlebih akibat ketidakseimbangan energi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi efektivitas metode cafeteria diet (CAF) dalam menginduksi
obesitas pada tikus Rattus norvegicus (Berkenhout, 1769) betina galur
Wistar sebagai model praklinis, sekaligus memperoleh data pendahuluan terkait
respons metabolik dan reproduksi akibat intervensi diet obesogenik. Sebanyak
tujuh ekor tikus Wistar betina berumur delapan minggu dengan berat badan 100–200
gram dibagi menjadi kelompok kontrol (n=4) dan kelompok CAF (n=3). Prosedur
penelitian meliputi fase induksi obesitas selama 43 hari menggunakan variasi
menu makanan dan minuman CAF berbasis menu lokal Indonesia, yang dilanjutkan
dengan tahap pemulihan diet menggunakan pakan dan minum standar. Parameter yang
diamati meliputi preferensi pakan dan minuman, konsumsi harian, berat badan,
kadar glukosa darah puasa, indeks lemak viseral, indeks ovarium, indeks
ovarium-oviduk-uterus, siklus estrus, folikulogenesis ovarium, serta parameter
lingkungan. Data dianalisis menggunakan regresi polinomial orde dua dan independent
t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAF meningkatkan preferensi
terhadap makanan dan minuman tinggi palatabilitas, disertai kondisi hiperfagia,
polidipsia, peningkatan berat badan, serta hiperglikemia ringan sebagai
indikator awal perkembangan obesitas. Namun, parameter indeks lemak viseral dan
organ reproduksi belum menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok. Parameter
reproduksi menunjukkan adanya kecenderungan perubahan pola siklus estrus dan
profil folikel ovarium, tetapi interpretasi hasil masih terbatas akibat ukuran
sampel yang kecil dan keterbatasan preparat histologis. Parameter lingkungan
antar kelompok dinilai tidak menyebabkan faktor rancu. Secara keseluruhan,
intervensi CAF berbasis menu lokal Indonesia berpotensi digunakan sebagai model
awal induksi obesitas pada tikus betina galur Wistar dan dapat menjadi dasar
pengembangan penelitian lanjutan terkait hubungan obesitas dan gangguan reproduksi
betina.
Obesity
is a chronic metabolic disorder characterized by excessive accumulation of
adipose tissue resulting from prolonged energy imbalance. This study aimed to
evaluate the effectiveness of the cafeteria diet (CAF) method in inducing
obesity in female Wistar albino rats Rattus norvegicus (Berkenhout 1769)
as a preclinical model, while also generating preliminary data regarding
metabolic and reproductive responses following obesogenic dietary intervention.
A total of seven eight-week-old female Wistar rats weighing 100–200 g were
divided into a control group (n=4) and a CAF group (n=3). The experimental
procedure consisted of an obesity induction phase for 43 days using a variety
of CAF food and beverage menus based on Indonesian local dietary patterns,
followed by a recovery phase with standard chow and water. Observed parameters
included food and beverage preference, daily intake, body weight, fasting blood
glucose level, viseral fat index, ovary index, ovary–oviduct–uterus index,
estrous cycle, ovarian folliculogenesis, and environmental parameters. Data
were analyzed using second-order polynomial regression and independent t-test. The
results demonstrated that CAF increased preference for highly palatable foods
and beverages and was accompanied by hyperphagia, polydipsia, body weight gain,
and mild hyperglycemia as early indicators of obesity development. However, viseral
fat index and reproductive organ indices did not show significant differences
between groups. Reproductive parameters indicated a tendency toward alterations
in estrous cycle patterns and ovarian follicle profiles, although
interpretation remained limited due to the small sample size and histological
preparation constraints. Environmental parameters were considered sufficiently
homogeneous between groups and were unlikely to act as confounding factors.
Overall, CAF intervention based on Indonesian local menus shows potential as an
initial obesity induction model in female Wistar rats albino and may serve as a
foundation for further studies investigating the relationship between obesity
and female reproductive disorders.
Kata Kunci : CAF, konsumsi pakan dan minuman, laju pertumbuhan, preferensi pakan dan minuman, sistem reproduksi betina