Karakterisasi Edible Film olagen dengan level Kolagen dan liserol yang berbeda
SETIANINGRUM, Roufah Ainani, Prof.Dr.drh. Soemitro Djojowidagdo
2005 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui preparasi dan karakter edible film kolagen dengan level kolagen dan gliserol serta suhu preparasi yang berbeda. Materi penelitian yang digunakan adalah bovine collagen yang diperoleh dari Nippi Gelatin (Tokyo, Jepang). Edible film kolagen dibuat dengan menggunakan level kolagen 3 dan 4 % (b/v), dengan perbandingan gliserol terhadap volume total larutan kolagen (50:100; 55:100; 60:100; 65:100, b/b). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah ketebalan, perpanjangan (elongation at break), kekuatan tarik (tensile strength) dan kelarutan film. Hasil penelitian terhadap karakter sifat fisik edible film adalah suhu berpengaruh terhadap ketebalan, tensile strength dan kelarutan edible film. Ketebalan dan kelarutan film dengan suhu preparasi 70oC lebih tinggi, sedangkan tensile strength film dengan suhu preparasi 70oC lebih rendah. Level kolagen berpengaruh terhadap ketebalan dan perpanjangan film. Film dengan level kolagen 4% memiliki ketebalan yang lebih tinggi daripada film dengan level kolagen 3%. Film dengan ketebalan yang lebih tinggi memiliki persentase perpanjangan yang lebih kecil. Level gliserol tidak berpengaruh terhadap semua sifat fisik film kolagen. Berdasarkan sifat fisik yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa untuk edible film dengan suhu preparasi rendah dapat diaplikasikan untuk pembungkus yang tidak membutuhkan kemuluran yang tinggi, namun terbatas kekuatannya dan tingkat kelarutan yang kecil. Edible film dengan suhu preparasi tinggi dapat diaplikasikan sebagai pembungkus yang memiliki kemuluran dan kelarutan yang tinggi. Gambar mikrostruktur edible film dengan SEM menunjukkan bahwa gliserol berfungsi sebagai plasticizer dengan menyela serabut kolagen sehingga kedekatan jaraknya berkurang, film menjadi lebih plastis sehingga mengurangi sifat rapuh atau getas film. Edible film dengan level kolagen 4% terlihat padat dengan jarak antar serabut yang dekat, yang diduga menyebabkan film dengan level 4% lebih tebal dan lebih kuat. Tekstur permukaan film dengan suhu preparasi 33oC terlihat lebih kasar dibandingkan dengan film dengan suhu preparasi 70oC. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh struktur triple heliks kolagen pada film dengan suhu preparasi 70oC telah terurai sehingga menjadi lebih mudah larut dan menjadikan tekstur permukaan film menjadi lebih halus.
The objectives of this research were to characterize the physical properties of collagen at different collagen concentration and glycerol level. Bovine collagen were obtained from Nippi Gelatin (Tokyo, Japan). This research was divided into two steps. First step was to characterize the physical properties of collagen edible film at 33oC. Second step was to characterize the physical properties of collagen edible film at 70oC. Collagen edible film was prepared by two collagen concentration (3 and 4%); and by four glycerol level (50:100; 55:100; 60:100; 65:100, w/w). Variabel analized were thickness, elongation at break, tensile strength and solubility of film. Characterization of collagen edible film showed that thickness, tensile strength value and solubility of collagen edible film were affected by preparation temperature. Film at70oC has higher thickness and solubility value, while the tensile strength value were lower. Collagen level affected on film’s thickness and elongation at break. Increasing of collagen level increased film’s thickness, but decreased elongation at break value. Glycerol level didn’t affected on physical poperties of collagen edible film. It can be concluded that collagen edible film prepared by low heating has low elongation, limited strength and low solubility. Edible film prepared by high heating could be applied as wrapping that has high elongation and high solubility. Electron micrograph of collagen edible film showed that gliserol platicize film by interrupting collagen fibril so that they were nearless. Film with 4% collagen concentration seems denser. The space between collagen fibril were nearer, that probably cause it thicker and stonger. Surface texture of collagen edible film at 33oC seems rougher than film at 70oC. It was assumed that collagen triple helix structure was degraded at mixture’s temperature 70oC and it became more soluble, and has softer texture.
Kata Kunci : Kulit Ternak, Edible Film Kolagen, Bovine collagen, Glycerol level, Physical properties