Biosensor Giant Magnetoresistance Berbasis Label Magnetik Green-Synthesized Nanokomposit Fe3O4/Kitosan Untuk Pengamatan Pertumbuhan Mikroalga
RIZQI A'MAL HIBATULLAH TABRANI, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, M. Eng.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Fisika
Penelitian
ini mengkaji kinerja biosensor magnetik berbasis giant magnetoresistance
(GMR) chip AAL024 menggunakan label magnetik nanokomposit Fe3O4/Cs
untuk pemantauan pertumbuhan mikroalga Euglena gracilis secara real-time
dan non destruktif. Nanokomposit Fe3O4/Cs berhasil
disintesis dan menunjukkan penurunan ukuran kristalit menjadi 8,5 nm setelah
penambahan kitosan. Analisis morfologi menunjukkan bahwa sampel Fe3O4
memiliki distribusi ukuran partikel 6-22 nm dengan ukuran rata-rata 11 ± 1,6
nm, sedangkan Fe3O4/Cs memiliki distribusi 7-16 nm dengan
ukuran rata-rata 10,9 ± 1,8 nm. Penambahan kitosan menyebabkan penurunan
magnetisasi saturasi dari 54,4 menjadi 42,1 emu/g yang menunjukkan adanya
interaksi antara lapisan polimer nonmagnetik dan nanopartikel Fe3O4.
Sensor GMR dioperasikan pada medan magnet bias dan menunjukkan sensitivitas
optimum pada 4 Oe. Sistem pengukuran dilengkapi penguat diferensial dan low-pass
filter untuk mengurangi derau frekuensi tinggi sehingga kualitas sinyal
meningkat tanpa mengubah karakteristik utama sinyal. Hasil pengujian
menunjukkan sensitivitas sensor sebesar 11,37 mV/(mg/mL) dengan batas deteksi
0,87 mg/mL. Evaluasi kestabilan sinyal menghasilkan nilai relative standard
deviation yang rendah pada konsentrasi label optimum sehingga menunjukkan
pengulangan respons yang baik. Pemantauan pertumbuhan Euglena gracilis
selama 18 hari menunjukkan pola sinyal GMR yang sebanding dengan metode perhitungan
jumlah sel dan densitas optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosensor GMR
berbasis Fe3O4/Cs berpotensi sebagai instrumen pengamatan
pertumbuhan mikroalga yang cepat, stabil, dan berkelanjutan untuk aplikasi
bioteknologi.
This
study investigates the performance of an AAL024 giant magnetoresistance (GMR)
chip-based magnetic biosensor using Fe3O4/Cs
nanocomposite magnetic labels for real-time and non-destructive monitoring of Euglena
gracilis growth. Fe3O4/Cs nanocomposites were
successfully synthesized and showed a decrease in crystallite size to 8.5 nm
after chitosan addition. Morphological analysis revealed that Fe3O4
particles had a size distribution of 6-22 nm with an average size of 11 ± 1.6
nm, while Fe3O4/Cs exhibited a distribution of 7-16 nm
with an average size of 10.9 ± 1.8 nm. The addition of chitosan reduced the
saturation magnetization from 54.4 to 42.1 emu/g, indicating interactions
between the nonmagnetic polymer layer and magnetite nanoparticles. The GMR
sensor was operated under a bias magnetic field and exhibited optimum
sensitivity at 4 Oe. The measurement system was equipped with a differential
amplifier and low-pass filter to reduce high-frequency noise and improve signal
quality without altering the main signal characteristics. The sensor
demonstrated a sensitivity of 11.37 mV/(mg/mL) with a detection limit of 0.87
mg/mL. Signal stability evaluation showed a low relative standard deviation at
the optimum label concentration, indicating good response repeatability.
Observation of Euglena gracilis growth for 18 days produced GMR signal
patterns comparable to cell counting and optical density methods. These results
indicate that the Fe3O4/Cs -based GMR biosensor has
potential as a fast, stable, and sustainable instrument for monitoring
microalgae growth in biotechnology applications.
Kata Kunci : Biosensor giant magnetoresistance, Euglena gracilis, Fe3O4/Cs, Green synthesis