Kinerja domba lokal jantan fase penggemukan dengan pakan konsentrat dikukus
SUHARDI, Prof.Dr.Ir. Endang Baliarti, SU
2005 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja domba lokal jantan pada fase penggemukan dengan menggunakan pakan konsentrat yang dikukus. Dengan Rancangan Acak Lengkap pola searah, 12 ekor domba domba lokal jantan berat awal 21,25±2,00 kg umur antara 8-9 bulan, dibagi dalam 2 kelompok yaitu: 1) kelompok dengan pakan konsentrat tidak dikukus (D1); 2) kelompok dengan pakan konsentrat yang dikukus (D2), masing-masing kelompok 6 ekor. Sebagai pakan basal diberikan hijauan, ditambah konsentrat dengan perbandingan 30:70 (dasar bahan kering). Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, kecernaan pakan, konsentrasi volatile fatty acid (VFA) dan amonia (NH3) cairan rumen, kadar VFA dan urea darah, balance nitrogen, konversi pakan, average daily gain (ADG) dan feed cost per gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengukusan pakan konsentrat memberi pengaruh, yang nyata (P<0,05) pada konsumsi bahan kering (BK) (75,55±4,42 vs 69,75±2,88g/kg BB0,75), bahan organik (BO) (66,60±3,85 vs 62,60±2,65g/kg BB0,75), protein kasar (PK) (8,90±0,51 vs 7,92±0,32g/kg BB0,75), ekstrak eter (EE) (1,67±0,09 vs 1,43±0,07g/kg BB0,75), ekstrak tanpa nitrogen (ETN) (43,47±2,40 vs 41,16±1,88g/kg BB0,75) dan total digestible nutrient (TDN) (51,42±2,90 vs 48,41±2,13g/kg BB0,75). Pengukusan meningkatkan (P<0,05) kecernaan BK (65,17±5,80 vs 76,66±2,27%), BO (66,59±5,47 vs 78,00±2,16%), PK (57,01±8,74 vs 69,86±6,21%), SK (40,04±9,08 vs 60,91±4,47%), ETN (81,02±4,70 vs 87,69±0,90%) dan digestible energy (DE) (2,94±0,25 vs 3,44±0,10 Mcal/kg). Nilai pH, konsentrasi VFA dan NH3 cairan rumen tidak dipengaruhi oleh perlakuan pengukusan (P>0,05). Kadar urea plasma darah tidak berbeda nyata antara D1 dan D2, namun kadar VFA plasma darah D2 lebih tinggi (P<0,05) pada saat 2 jam setelah makan (0,071±0,041 vs 0,024±0,016%). Balance nitrogen lebih tinggi (P<0,05) pada perlakuan pakan dengan pengukusan (12,11±0,99 vs 10,25±1,56 g/ekor/hari). Average daily gain meningkat secara nyata (P<0,05) dengan pengukusan pakan konsentrat (152,61±17,10 vs 183,60±18,84 g) sehingga menurunkan konversi pakan (P<0,05) (6,58±0,64 vs 5,23±0,50). Perlakuan pengukusan juga menurunkan (P>0,05) feed cost per gain (Rp 10.152,65±2.716,90 vs Rp 9.559,08±1.693,46/kg). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian konsentrat yang dikukus pada penggemukan domba memberikan efek meningkatkan kinerja
The objectives of this research were to determine effects of steaming concentrate on performance of sheep.Twelve sheep with average liveweight of 21.25±2.00kg, and average age 8-9 months old, are randomly devided into two treatment groups. The groups are feeding steamed or unsteamed concentrates. The diets consisted 30% roughage and 70% consentrate, and were offered for fattening in a total collection technique. Data measured were feed consumption and digestibility, Nitrogen balance, feed conversion, average daily gain (ADG) and feed cost per gain. The results indicate that steaming gave significant difference (P<0.05) on consumption of dry matter (DM) (75.55±4.42 vs (69.75±2.88g/kg BB0.75), organic matter (OM) (66.60±3.85 vs 62.60±2.65g/kg BB0.75), crude protein (CP) (8.90±0.51 vs 7.92±0.32g/kg BB0.75), extract eter (EE) (1.67±0.09 vs 1.43±0.07g/kg BB0.75), nitrogen free extract (NFE) (43.47±2.40 vs 41.16±1.88g/kg BB0.75) and total digestible nutrient (TDN) (51.42±2.90 vs 48.41±2.13g/kg BB0.75). As well, digestibility on DM (65.17±5.80 vs 76.66±2.27%), OM (66.59±5.47 vs 78.00±2.16%), CP (57.01±8.74 vs 69.86±6.21%), CF (40.04±9.08 vs 60.91±4.47%), NFE (81.02±4.70 vs 87.69±0.90%) and energy (DE) (2.94±0.25 vs 3.44±0.10 Mcal/kg). The values of pH, volatile fatty acid (VFA) and NH3 concentration in rumen were not influenced by steaming treatment, this was true also for the concentation of urea in blood plasma was not significant but concentation VFA in blood plasma was higher (P<0.05) on 2 hour after eating (0.071±0.041 vs 0.024±0.016%). Nitrogen balance was higher (P<0.05) in steaming concentrate (10.25±1.56 vs 12.11±0.99 g/ekor/hari), Indicated significant impact (P<0.05) on ADG (152.61±17.10 vs 183.60±18.84 g) and feed conversion (6.58±0.64 vs 5.23±0.50). There was no effect of treatments on feed cost per gain (Rp 10,152.65±2,716.90 vs Rp 9,559.08±1,693.46/kg). It was concluded that steaming consentrate showed positive effect on sheep performance.
Kata Kunci : Pakan Ternak,Domba Lokal,Konsentrat Dikukus, Performance, Sheep, Fattening, Steaming, Concentrate