KAJIAN KERAGAMAN GENETIK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp.) ASAL GRESIK, BANJARMASIN, MOROWALI UTARA, AMBON, DAN FAKFAK BERDASARKAN SEKUEN GEN ATP SINTASE 6
Vindria Laili Rahma, Prof. Dr. drh. Rini Widayanti, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Ikan tenggiri (Scomberomorus sp.)
merupakan ikan pelagis yang tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan
Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik. Ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) memiliki
nilai ekonomis tinggi mendorong tingginya penangkapan secara terus-menerus
tanpa memperhatikan ketersediaan di perairan. Status konservasi ikan tenggiri
berada pada Near Threatened (NT) yang berarti populasi cenderung menurun dan
dapat terancam punah apabila upaya konservasi tidak berjalan dengan optimal.
Hingga kini, hubungan filogenetik dan taksonomi ikan tenggiri di Indonesia
belum lengkap, sehingga menghambat upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui keragaman genetik dan hubungan filogenetik ikan tenggiri
(Scomberomorus sp.) yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia berdasarkan
sekuen gen ATP sintase 6. Sampel yang digunakan berjumlah 12 muskulus epaxial
ikan tenggiri yang berasal dari Gresik, Morowali Utara, Banjarmasin, Ambon, dan
Fakfak. Sampel ikan tenggiri diisolasi kemudian diamplifikasi dengan metode PCR
menggunakan forward primer (ATPScomF) dan reverse primer (ATPScomR) sehingga
diperoleh 1.072 bp produk PCR dan dilanjutkan dengan sekuensing. Hasil
sekuensing dianalisis menggunakan MEGA 11 untuk mengetahui keragaman genetik
sampel ikan tenggiri dengan sekuens pembanding yang diperoleh dari Genbank.
Hasil analisis diketahui bahwa gen penyandi ATP sintase 6 ikan tenggiri asal
Gresik, Banjarmasin, Morowali Utara, Ambon, dan Fakfak terdiri atas 684 basa
nukleotida yang diterjemahkan menjadi 228 asam amino dengan 257 nukleotida dan
42 asam amino yang bervariasi. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa sampel
ikan tenggiri asal Gresik (TB1, TB2), Banjarmasin (KA), Morowali Utara (TM),
Ambon (M1, M2, M3) berkerabat dekat dengan spesies Scomberomorus commerson
(PP437202.1) dengan jarak genetik 0.15–1.78%, sampel ikan tenggiri asal
Banjarmasin (KB, KC) berkerabat dekat dengan spesies Scomberomorus aff.
guttatus (OM36353) dengan jarak genetik 0.15%, sampel ikan tenggiri asal Fakfak
(P1, P2, P3) berkerabat dekat dengan spesies Scomberomorus semifasciatus
(NC021391.1) dengan jarak genetik 0–0.15%.
Mackerel (Scomberomorus sp.) is a
pelagic fish widely distributed in tropical waters, including Indonesian waters
and the Indo-Pacific region. Mackerel (Scomberomorus sp.) has high economic
value, which drives continuous intensive harvesting without adequate
consideration of stock availability in the wild. The conservation status of
mackerel is at Near Threatened (NT) which means that the population tends to
decline and can be endangered if conservation efforts do not run optimally. To
date, the phylogenetic and taxonomic relationships of mackerel in Indonesia
remain unresolved, thereby hindering effective conservation and management
efforts. This study aims to determine the genetic diversity and phylogenetic
relationship of mackerel (Scomberomorus sp.) which originated from several
regions in Indonesia based on the ATP synthase 6 gene sequence. The samples
used amounted to 12 epaxial muscle of mackerel from Gresik, North Morowali,
Banjarmasin, Ambon, and Fakfak. Mackerel samples were isolated and then
amplified by PCR method using forward primer (ATPScomF) and reverse primer
(ATPScomR) so that 1,072 bp of PCR product were obtained and continued with
sequencing. The sequencing results were analyzed using MEGA 11 to determine the
genetic diversity of mackerel samples with comparative sequences obtained from
Genbank. The results of the analysis found that the ATP synthase 6 encoding
genes of mackerel from Gresik, Banjarmasin, North Morowali, Ambon, and Fakfak
consisted of 684 nucleotide bases which were translated into 228 amino acids
with 257 nucleotides and 42 amino acids that vary. Phylogenetic analysis showed
that mackerel samples from Gresik (TB1, TB2), Banjarmasin (KA), North Morowali
(TM), Ambon (M1, M2, M3) were closely related to the species Scomberomorus
commerson (PP437202.1) with a genetic distance of 0.15–1.78%, mackerel samples
from Banjarmasin (KB, KC) were closely related to the species Scomberomorus
aff. guttatus (OM36353) with a genetic distance of 0.15%, mackerel samples from
Fakfak (P1, P2, P3) are closely related to the species Scomberomorus
semifasciatus (NC021391.1) with a genetic distance of 0–0.15%.
Kata Kunci : gen ATP sintase 6, ikan tenggiri, PCR, Scomberomorus sp., sekuensing