Laporkan Masalah

Produktivitas tenaga kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi perah di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

SUDARMANTO, Bambang, Prof.Dr.Ir. Krishna Agung Santosa, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Pemeliharaan sapi perah pada peternakan sapi perah rakyat sebagian besar dilaksanakan oleh tenaga kerja keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: tenaga kerja keluarga yang dibutuhkan untuk setiap jenis kegiatan yang dilakukan, produktivitas tenaga kerja keluarga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja keluarga serta kontribusi pendapatan usaha sapi perah terhadap pendapatan usahatani secara keseluruhan. Materi penelitian adalah peternak sapi perah di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, yang memiliki sapi perah dewasa satu ekor atau lebih dan telah memulai usahanya minimal dua tahun. Sejumlah enam desa sample diambil secara acak dari 13 desa yang ada, sedangkan responden diambil secara proportional random sampling. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja keluarga digunakan regresi linier berganda. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa Kepala keluarga merupakan tenaga kerja yang mencurahkan tenaganya paling banyak 5,073 jam kerja setara pria (JKSP) atau 55,12% dari total tenaga kerja, disusul istri 2,374 JKSP (25,80%) dan anak laki-laki 0,903 JKSP (9,81%). Tenaga kerja yang paling banyak dibutuhkan adalah pada jenis kegiatan mencari pakan hijauan (45,75%). Produktivitas tenaga kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi perah sebesar Rp. 38.230,93 per hari orang kerja (HOK) dengan pendapatan Rp. 16.752,94 per HOK. Faktor yang berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja keluarga adalah persentase anggota keluarga yang lulus SLTA, jumlah kepemilikan sapi perah dan ternak selain sapi perah serta keikutsertaan anggota keluarga dalam pelatihan pengelolaan sapi perah (P<0,01). Faktor yang berpengaruh negatif adalah lama usaha dijalankan (P<0,10), jumlah anggota keluarga (P<0,05), dan luas lahan selain untuk HMT (P<0,01). Pendapatan usaha sapi perah memberikan kontribusi sebesar 76,10% terhadap pendapatan usahatani secara keseluruhan.

Most of dairy farming of small holders were executed by family labour. The objectives of this research were: family labour was required for activities within farming, family labour productivity, the factors influencing family labour productivity and contribution of dairy income to total of farm income. Farmers of dairy cattle in Getasan District, Regency of Semarang having one head of adult dairy cattle and two years experience, were taken as respondents. Six of 13 villages were drawn randomly, while respondents were drawn by proportional random sampling. Multiple linear regression was used to analyze factors affecting family labour productivity. The results indicated that: head of household mostly spent his work for 5.073 man-hours or 55.12% of his total man-hours, followed by wife 2.374 manhours (25.80%), and son 0.903 man-hours (9.81%). The highest labour allocation was for forage cut and carry (45.75%). The family labour productivity was found to be Rp 38,230.93 per man-day, with the income of Rp 16,752.94 per man-day. Percent of family members graduating from high school, number of dairy cattle and other animals, participation of farmers to dairy training, were the factors positively affecting (P< .01), while experience (P< .10), land wide not used for forage (P< .01), number of family members (P< .05) negatively affecting family labour productivity. Contribution of dairy cattle income was 76.10% of total farm income.

Kata Kunci : Usaha Ternak Sapi Perah,Produktivitas Tenaga Kerja Keluarga,Family Labour Productivity, Small-Holder Dairy Farm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.