Efektivitas Bakteriofag PA1 (Siphoviridae) dalam Mengendalikan Infeksi Vibrio parahaemolyticus BKIPM pada Udang Vaname (Penaeus vannamei Boone, 1931)
Erlita Putri Utami, Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D.
2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN
Udang vaname merupakan komoditas unggul dan bernilai ekonomi tinggi di pasar nasional dan global. Produksi udang vaname terkendala oleh serangan penyakit. Salah satunya disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Bakteriofag sebagai salah satu agen biokontrol yang ramah lingkungan belum dilakukan pengujian yang lebih lanjut. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengkarakterisasi bakteriofag PA1 lebih lanjut secara in vitro dan menguji efektivitas bakteriofag PA1 terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus pada udang vaname secara in vivo. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan, Universitas Gadjah Mada pada September 2025 hingga Mei 2026. Pengujian in vitro menunjukkan bakteriofag PA1 memiliki spektrum inang yang sempit, masa fase laten selama 15 menit, dapat menghambat bakteri pada medium cair namun tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Pengujian secara in vivo menunjukkan bakteriofag PA1 dapat menekan bakteri target di dalam hepatopankreas dan menekan mortalitas menjadi 53?n meningkatkan tingkat kelangsungan hidup menjadi 47%.
Vaname shrimp are potential commodity with high economic value in both the domestic and global markets. Vaname shrimp production is hampered by disease outbreaks. One of them is caused by the bacteria parahaemolyticus. Bacteriophages as one of the environmentally friendly biocontrol agents, have not yet been subjected to further testing. This study aimed to further characterize bacteriophage PA1 in vitro and to test the effectiveness of bacteriophage PA1 against the bacterium Vibrio parahaemolyticus in vaname shrimp in vivo. The research was conducted at the Fish Health and Environmental Laboratory, Department of Fisheries, Gadjah Mada University, from September 2025 to May 2026. In vitro, bacteriophage PA1 exhibited a narrow host range, a latent phase lasting 15 minutes, it was able to inhibit the bacteria in liquid medium but the effect was not statistically significant (p > 0.05). In vivo, bacteriophage PA1 suppressed the target bacteria in the hepatopancreas, reduced mortality to 53%, and increased the survival rate to 47%.
Kata Kunci : Bakteriofag, Vibrio parahaemolyticus, Hepatopankreas, Udang Vaname