STRATEGI PENINGKATAN PROGRAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN PADA PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DESA KUTUKAN RANDUBLATUNG BLORA JAWA TENGAH
Putri Latifah Febylaksono, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengelolaan HKm oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Gilang Maju Mulyo di Desa Kutukan; mengidentifikasi program pemberdayaan KTH dalam pengelolaan HKm; merumuskan strategi peningkatan program pemberdayaan KTH dalam HKm.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman terhadap keadaan kelembagaan di lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memastikan validitas data. Penetapan informan menggunakan teknik purposive. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman untuk menjelaskan pengelolaan HKm dan program pemberdayaan KTH. Analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, dan Threat) untuk merumuskan strategi pemberdayaan kelompok tani hutan melalui empat aspek yakni kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Hasil penelitian menujukan bahwa pengelolaan KTHKm Gilang Maju Mulyo mencakup tiga kelola yakni kelola kawasan, kelola lembaga, dan kelola usaha. Kelola kawasan yakni persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Kelola lembaga berupa KTHKm Gilang Maju Mulyo memiliki anggota sebanyak 144 orang, memiliki kepengurusan, belum memiliki AD/ART, menganut kepemimpinan demokrasi, dan tidak ada konflik yang berpotensi mengganggu pengelolaan KTHKm. Kelola usaha berjalan aktif berupa KUPS pertanian, kayu putih dan MPTS. Dalam peningkatan program pemberdayaan yang telah dilakukan mencakup pendampingan dan penyuluhan oleh CDK Blora, bantuan bibit, dan rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Solo. Strategi peningkatan program pemberdayaan yang diprioritaskan mencakup, penyusunan AD dan ART, memanfaatkan peluang kerja sama, memaksimalkan pendampingan dari dinas terkait.
Community empowerment in Community Forestry management is aimed at increasing community independence in sustainable forest management. This study aims to identify the management of Community Forestry (HKm) by the Gilang Maju Mulyo Forest Farmer Group (KTH) in Kutukan Village; identify KTH empowerment programs in HKm management; and formulate strategies for improving KTH empowerment programs within HKm.
This study used a qualitative approach with a case study method to gain an understanding of the institutional situation in the field. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, documentation, and Focus Group Discussions (FGDs) to ensure data validity. Informants were selected using purposive sampling. Data analysis used Miles and Huberman to explain HKm management and KTH empowerment programs. A SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis was used to formulate a forest farmer group empowerment strategy through four aspects: strengths, weaknesses, opportunities, and threats.
The results indicate that the management of the Gilang Maju Mulyo KTHKm encompasses three management aspects: area management, institutional management, and business management. Manage the area, namely seed preparation, planting, maintenance, and harvesting. Manage the institution in the form of KTHKm Gilang Maju Mulyo has 144 members, has management, does not have AD/ART, adheres to democratic leadership, and there are no conflicts that have the potential to disrupt the management of KTHKm. Manage the business actively in the form of KUPS agriculture, eucalyptus and MPTS. In improving the empowerment program that has been carried out includes mentoring and counseling by CDK Blora, seed assistance, and forest and land rehabilitation by BPDAS Solo. The prioritized strategy for improving the empowerment program includes, preparing AD and ART, utilizing opportunities for collaboration, maximizing mentoring from related agencies.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Hutan Kemasyarakatan, Perhutanan Sosial, SWOT/ Community development, Community Forest, Social Forestry, SWOT