Faktor-Faktor Teknis yang Mempengaruhi Produktivitas pada Pembesaran Lele (Clarias sp.) dengan Sistem Kocor di Kelompok Pembudi Daya Ikan Patil Berkah Jaya Kabupaten Bantul
Gading Sang Handaru, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.
2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja produksi dan faktor-faktor teknis yang mempengaruhi produktivitas lele (Clarias sp.) pada pembesaran dengan sistem kocor di Kelompok Pembudi Daya Ikan Patil Berkah Jaya, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang mencakup variabel produktivitas, luas kolam, padat tebar benih, lama pemeliharaan, jumlah pakan, dan pergantian air. Hasil penelitian menunjukan pembesaran lele dengan sistem kocor dilakukan pada kolam berukuran 9,29 ± 2,99 m2. Benih berukuran 1,86 ± 0,61 gram ditebar dengan kepadatan 588 ± 110 ekor/m3 dan dipelihara selama 101 ± 12,86 hari. Panen menghasilkan rata-rata produksi 501,67 ± 120,50 kg dan produktivitas per siklus mencapai 67,65 ± 17,69 kg/m3, indeks penggunaan air 5,64 ± 1,48 m3/kg, sintasan (SR) 77,55 ± 4,40 ?n rasio konversi pakan (FCR) 1,08 ± 0,06. Analisis regresi linear berganda menghasilkan bahwa variabel luas kolam (X1), padat tebar benih (X2), jumlah pakan (X4) dan pergantian air berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (Y) (p < 0> 0,05). Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -31,109 – 1,954X1 + 0,105X2 + 0,140X3 + 0,059X4 + 0,029X5 + e. Atas dasar penelitian ini, maka produktivitas lele pada pembesaran dengan sistem kocor di Kelompok Pembudi Daya Ikan Patil Berkah Jaya dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan luas kolam, padat tebar benih, jumlah pakan, dan pergantian air secara efektif dan efisien.
This study aimed to determine the production performance and technical factors affecting productivity of catfish (Clarias sp.) growout using the continuous flow-through system at the Patil Berkah Jaya Fish Farmer Groups, Srandakan District, Bantul Regency. This study employed a quantitative approach using descriptive statistical analysis and multiple linear regression. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires covering productivity, pond area, stocking density, culture period, feed input, and water exchange rate. The results showed that catfish grow-out under the continuous flow-through system was conducted in ponds with an average area of 9.29 ± 2.99 m². Fingerlings with an average initial weight of 1.86 ± 0.61 g were stocked at a density of 588 ± 110 fish/m³ and reared for 101 ± 12.86 days. Harvesting produced an average production of 501.67 ± 120.50 kg, with a productivity of 67.65 ± 17.69 kg/m³ per production cycle, a water use index of 5.64 ± 1.48 m³/kg, a survival rate (SR) of 77.55 ± 4.40%, and a feed conversion ratio (FCR) of 1.08 ± 0.06. Multiple linear regression analysis showed that pond area (X?), stocking density (X?), feed input (X?), and water exchange rate (X?) significantly affected productivity (Y) (p < 0> 0.05). The resulting regression equation was Y = ?31.109 ? 1.954X? + 0.105X? + 0.140X? + 0.059X? + 0.029X? + e. Based on these findings, the productivity of catfish grow-out culture using the continuous flow-through system at the Patil Berkah Jaya Fish Farmer Groups can be improved by optimizing pond area, stocking density, feed input, and water exchange management effectively and efficiently.
Kata Kunci : budi daya intensif, faktor produksi, lele, pergantian air