Laporkan Masalah

Studi dan eksperimentasi terhadap implementasi DCOM pada aplikasi terdistribusi

SHOLIKHIN, Drs. Agus Harjoko, MSc.,PhD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

DCOM merupakan salah satu protokol standar pada pembangunan aplikasi terdistribusi. Saat ini DCOM menghadapi persaingan yang ketat baik dari teknologi sejenis seperti CORBA dan EJB, maupun dari teknologi yang lebih baru seperti SOAP dan XML-RPC. Persaingan yang ketat dan kecenderungan penggunaan platform sistem beragam menuntut interoperabilitas yang baik dengan teknologi lain. Pengetahuan tentang sifat, kelebihan, dan kelemahan DCOM akan sangat mendukung dalam integrasi DCOM dengan sistem lain. Penelitian ini menganalisis perilaku DCOM dalam hal pelewatan parameter, distribusi komponen, dan granularitas komponen. Pada analisis pelewatan parameter akan dibandingkan karakteristik pelewatan parameter berdasar nilai dan pelewatan parameter berdasar alamat. Analisis distribusi komponen akan mengamati implementasi komponen DCOM sebagai suatu EXE, DLL, dan COM+ serta pengaruhnya terhadap waktu respon, lalu lintas jaringan, dan koneksi database. Analisis granularitas komponen akan mengamati ukuran butiran komponen terhadap waktu respon dan lalu lintas jaringan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi komponen DCOM yang dikemas dalam bentuk EXE paling lambat waktu responnya dibanding dengan komponen yang dikemas sebagai DLL atau COM+ terutama pada komponen yang berorientasi database, komponen yang dikemas dalam COM+ juga dapat menghemat jumlah koneksi database, tidak ada perbedaan menyolok antara pelewatan parameter berdasar nilai dan berdasar alamat, komponen dengan butiran kasar lebih cepat waktu responnya dan lebih sedikit lalu lintas jaringan dibanding dengan komponen butiran halus.

DCOM is one of the standard protocol in distributed application development. Currently, DCOM is facing hard competition from both similar technology such as CORBA and EJB, as well as newer technology such as SOAP and XML-RPC. Hard competition and trend on mixed platform system requires interoperability with other technology. Knowledge on DCOM characteristic, advantage, and disadvantage will provide solid support on DCOM integration with other system. This research examine DCOM behaviour in passing parameter, component distribution, and component granularity. Passing parameter analysis will compare the characteristic of passing parameter by value and passing parameter by reference. Component distribution analysis will examine DCOM implementation packaged as EXE, DLL, and COM+ with respect to it’s effect on response time, network traffic, and database connection. Granularity analysis will examine the size of the component and it’s effect to response time and network traffic. The result of this research shows that DCOM component packaged as EXE has slowest response time compared with DLL or COM+ component especially for database oriented component, COM+ component also has lower database connection, no significant different between parameter passed by value and by reference, coarse grained component has faster response time and lower network traffic compared with fine grained component.

Kata Kunci : Komputer, Aplikasi Terdistribusi, DCOM, Distributed Application, COM, COM+, DCOM, N-Tier, Multitier, Component Based Software.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.