Laporkan Masalah

Hubungan Spiritualitas dengan Penerimaan Diri pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Dr. Sardjito

Lia Ambarwati, Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D.; Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Kanker payudara tidak hanya menyebabkan dampak fisik, tetapi juga memicu tekanan psikologis yang kemudian menyebabkan kesulitan penerimaan diri. Kondisi tersebut dapat menghambat proses adaptasi pasien dan kepatuhan terhadap pengobatan. Spiritualitas dipandang sebagai sumber kekuatan yang dapat membantu pasien memaknai penyakitnya. Penelitian mengenai hubungan spiritualitas dengan penerimaan diri, termasuk pada setiap domainnya, masih terbatas.

Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara spiritualitas dengan penerimaan diri pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito.

Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional melibatkan 118 pasien kanker payudara di Instalasi Kanker Terpadu Tulip RSUP Dr. Sardjito. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan, yaitu kuesioner Acceptance of Illness Scale (AIS) dan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy Spiritual Well-Being Scale (FACIT-Sp 12). Uji korelasi Spearman Rank digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel.

Hasil: Sebagian besar pasien kanker payudara memiliki tingkat spiritualitas tinggi (76,3%) dan juga penerimaan diri pada ketegori tinggi (68,6%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara spiritualitas dengan penerimaan diri pasien kanker payudara (r = 0,403; p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan penerimaan diri pada pasien kanker payudara. Semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki pasien, semakin tinggi pula kemampuan pasien dalam menerima kondisi penyakitnya.

Background: Breast cancer not only causes physical effects but also induces psychological distress, which may lead to difficulties in self-acceptance. This condition can hinder patient's adaptation and adherence to treatment. Spirituality is perceived as an important internal resource that helps patients find meaning in their illness. However, studies examining the relationship between spirituality and self-acceptance, including across its domains, remains limited.

Objective: To determine the correlation between spirituality and self-acceptance among breast cancer patients at the Tulip Integrated Cancer Installation, RSUP Dr. Sardjito

Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design involving 118 breast cancer patients at the Tulip Integrated Cancer Installation, RSUP Dr. Sardjito. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected using the Acceptance of Illness Scale (AIS) and the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Spiritual Well-Being Scale (FACIT-Sp 12). Spearman’s rank correlation test was used to analyze the relationship between variables.

Results: Most breast cancer patients had high levels of spirituality (76,3%) and high self-acceptance (68,6%). Spearman’s rank correlation analysis showed a positive and significant relationship between spirituality and self-acceptance (r = 0,403; p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Conclusion: There is a significant relationship between spirituality and self-acceptance among breast cancer patients. Patients with higher spirituality scores are more likely to have higher self-acceptance.

Kata Kunci : Kanker Payudara, Penerimaan Diri, Spiritualitas

  1. S1-2026-493185-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493185-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493185-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493185-title.pdf