KEBERADAAN Lithocarpus elegans (Blume) Hatus. ex Soepadmo DAN Engelhardia spicata Lechen ex Blume DI DATARAN TINGGI DIENG
K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka, Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, dan pariwisata di kawasan dataran tinggi Dieng menjadi penyebab utama berkurangnya tutupan lahan. Data BPS menunjukkan bahwa tutupan hutan di Jawa Tengah menurun sebanyak 18,6?lam kurun waktu 10 tahun. Banyaknya komoditas pertanian yang diintroduksi turut mempercepat degradasi tutupan hutan di dataran tinggi Dieng yang dapat berimplikasi pada keberadaan biodiversitas setempat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Lithocarpus elegans (Blume) Hatus. ex Soepadmo dan Engelhardia spicata Lechen ex Blume yang tersisa saat ini di dataran tinggi Dieng, kondisi habitatnya, dan mengetahui pemanfaatan L. elegans dan E. spicata tersebut oleh masyarakat setempat. Pengambilan data dilakukan dengan metode keyperson berdasarkan 3 kriteria. Keyperson pokok yang dipilih adalah seorang Jagawana Perhutani Wonosobo dan Banjarnegara, Jagawana basecamp pendakian Gunung Prau, dan Petani asli Dieng. Keyperson selanjutnya diperoleh dengan metode snowball sampling dengan kriteria yang sama. Data hasil wawancara dengan keyperson kemudian diverifikasi ke lapangan untuk geotagging lokasi keberadaan L. elegans dan E. spicata; pengukuran ketinggian; dan pH tanah. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa L. elegans dan E. spicata masih dapat dijumpai di dataran tinggi Dieng dan telah diverifikasi di 9 titik berbeda, pada rentang ketinggian 1.489-2.338 mdpl dengan rerata rentang pH 5,0-6,8 untuk tumbuhan L. elegans dan E. spicata dijumpai pada rentang ketinggian 1.741-2.076,6 mdpl dengan pH tanah 6,8-7,1. Masyarakat Dieng memanfaatkan L. elegans sebagai alat permainan tradisional dan kayu bakar dan E. spicata juga dimanfaatkan sebagai alat permainan tradisional. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat berupa informasi terkini mengenai lokasi keberadaan L. elegans dan E. spicata sehingga dapat memberikan bahan kajian dalam upaya konservasi L. elegans dan E. spicata, pemahaman akan dampak alih fungsi lahan, dan bahan pertimbangan untuk memanfaatkan L. elegans dan E. spicata secara lebih luas.
Land-use conversion from forests to agricultural land, plantations, and tourism areas in the Dieng highlands has become the primary driver of land cover reduction. Data from the Central Bureau of Statistics (BPS) indicate that forest cover in Central Java decreased by 18.6% within a 10-year period. The introduction of numerous agricultural commodities has further accelerated forest cover degradation in the Dieng highlands, which could imply significant consequences for local biodiversity. This study was conducted to identify the remaining presence of Lithocarpus elegans (Blume) Hatus. ex Soepadmo and Engelhardia spicata Lechen ex Blume in the Dieng highlands, evaluate their habitat conditions, and determine the utilization of L. elegans and E. spicata by the local community. Data collection was employed using the key person method based on three criteria. The primary key persons selected included a forest ranger (Jagawana) from Perhutani Wonosobo and Banjarnegara, a mountain guide ranger from the Mount Prau climbing basecamp, and an indigenous Dieng farmer. Subsequent key persons were obtained through the snowball sampling method utilizing the same criteria. The interview data from the key persons were then field-verified for geotagging the locations of L. elegans and E. spicata, measuring elevation, and assessing soil pH. The findings of this study demonstrate that L. elegans and E. spicata can still be found in the Dieng highlands, with verification at 9 distinct points. L. elegans was documented within an elevation range of 1,489–2,338 meters above sea level (masl) with an average soil pH range of 5.0–6.8, while E. spicata was discovered within an elevation range of 1,741–2,076.6 masl with a soil pH of 6.8–7.1. The Dieng community utilizes L. elegans for traditional game tools and firewood, whereas E. spicata is also utilized as traditional game tools. This study is expected to provide substantial benefits by offering updated information regarding the distribution of L. elegans and E. spicata, thereby serving as a baseline study for the conservation efforts of both species, enhancing the understanding of land-use conversion impacts, and providing considerations for the broader utilization of L. elegans and E. spicata.
Kata Kunci : Alih fungsi lahan, Dieng, Engelhardia spicata, keyperson, Lithocarpus elegans