Laporkan Masalah

Tingkat Kejadian Infestasi Otodectes cynotis pada Kucing Domestik di Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta pada Bulan Januari-Desember 2025

Ardelia Kirana Arimurti, Dr. drh. Yanuartono, M.P.

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Infestasi tungau telinga (Otodectes cynotis) merupakan salah satu masalah ektoparasit yang banyak ditemukan di kucing dan tingkat kejadiannya masih tergolong tinggi di banyak daerah. Keberadaan tungau telinga menyebabkan ketidaknyamanan, penurunan kualitas rambut, dan iritasi kulit pada kucing sehingga berdampak signifikan terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kejadian infestasi Otodectes cynotis serta pada kucing yang diperiksakan ke Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta selama periode Januari–Desember 2025, serta pemetaan distribusinya berdasarkan jenis kelamin, umur, sistem pemeliharaan, serta fluktuasi kasus. Data yang dikumpulkan berasal dari rekam medis pasien (n = 1.183) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui persentase kejadian pada tiap faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan tingkat infestasi tungau telinga mencapai 186 kasus (16,0%) dengan kejadian berdasarkan jenis kelamin sebanyak 106 kasus pada jantan (57,0%) dan 80 kasus pada betina (43,0%); berdasarkan umur yaitu sebesar 119 kasus (64,0%) pada kitten, 63 kasus (33,9%) pada young adults, 3 kasus (1,6%)  pada mature adults, dan 1 kasus (0,5%) pada kucing senior; berdasarkan sistem pemeliharaan yaitu 79 ekor kucing (42,5%) dipelihara dengan sistem indoor, 37 ekor (19,9%) dengan sistem outdoor, dan 70 ekor (37,6%) dengan sistem semi-outdoor; serta pola fluktuasi menunjukkan puncak kasus terjadi pada bulan Februari, Juli, dan Oktober. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus infestasi terjadi lebih tinggi pada kucing jantan, kategori umur kitten, dan sistem pemeliharaan indoor. Pemberian edukasi terkait manajemen pemeliharaan dan kesehatan penting untuk diberikan pada pemilik kucing karena memengaruhi kejadian infestasi tungau telinga. 

Ear mite (Otodectes cynotis) infestation is a prevalent ectoparasitic issue in cats, with incidence rates remaining consistently high across various regions. The presence of ear mites causes discomfort, deterioration of coat quality, and skin irritation in felines, thereby significantly impacting their health, welfare, and productivity. This study was conducted to determine the incidence rate of Otodectes cynotis infestation in cats examined at the Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta, from January to December 2025, and to map its distribution based on sex, age, management system, also fluctuation patterns. Data were collected from patient medical records (n = 1,183) and analyzed using quantitative descriptive method to determine the percentage of occurrence across each risk factor. The results of the study demonstrated that the ear mite infestation rate reached 186 cases (16.0%). Based on sex, the incidence comprised 106 cases in males (57.0%) and 80 cases in females (43.0%). In terms of age stratification, the distribution was 119 cases (64.0%) in kittens, 63 cases (33.9%) in young adults, 3 cases (1.6%) in mature adults, and 1 case (0.5%) in senior cats. Regarding the management system, 79 cats (42.5%) were kept indoors, 37 cats (19.9%) outdoors, and 70 cats (37.6%) semi outdoors. Furthermore, temporal fluctuation patterns indicated that peak case numbers occurred in February, July, and October. This study concludes that ear mite infestation rates are significantly higher in male cats, the kitten age category, and indoor management systems. Providing education regarding husbandry management and feline health is crucial for cat owners, as these factors significantly influence the occurrence of ear mite infestations. 

Kata Kunci : ektoparasit, kucing, Otodectes cynotis, tungau telinga, Yogyakarta, cat, ear mite, ectoparasite

  1. S1-2026-493716-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493716-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493716-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493716-title.pdf