Laporkan Masalah

Optimasi Pengukuran Sistem Proteksi Katodik Jenis Impressed Current Pada Struktur Di Bawah Tanah

Bangkit Widayat, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D.

2009 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Penggunaan baja karbon yang sangat luas, salah satunya yaitu sebagai pipa, tetapi baja karbon sangat rentan terhadap korosi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi masalah tersebut adalah dengan proteksi katodik jenis impressed current. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas pengukuran voltase sistem proteksi katodik jenis impresssed current terhadap paramater kadar elektrolit (air di dalam tanah) dan kedalaman pengukuran. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan variasi kedalaman pengukuran (0 cm, 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm, 60 cm, 70 cm, dan 80 cm) dan variasi kadar air (12,71 % dan 32,36 %) selama 14 hari. Pengambilan data meliputi tegangan proteksi, perbedaan potensial dan laju korosi pada setiap spesimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tegangan pada permukaan tanah lebih besar dari pada rata-rata tegangan pada kedalaman 80 cm. Semakin dalam kedalaman penimbunan katoda maka akan semakin besar kesalahan yang ditimbulkan akibat dari pengukuran potensial proteksi yang dilakukan di permukaan tanah. Laju korosi untuk anoda (A1) dan katoda (K1) pada tanah dengan kadar air 32,36 % sebesar 0,9652 mmpy dan 0,0421 mmpy sedangkan laju korosi untuk anoda (A1) dan katoda (K1) pada tanah dengan kadar air 12,71 % sebesar 0,0007 mmpy dan 0,3186 mmpy

Carbon steel is widely used, including for piping applications; however, it is highly susceptible to corrosion. One method to mitigate this issue is the use of an impressed current cathodic protection system. This study aims to analyze the effectiveness of voltage measurements in an impressed current cathodic protection system, specifically regarding the influence of electrolyte content (soil moisture) and measurement depth. The research involved varying the measurement depth (0 cm, 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm, 60 cm, 70 cm, and 80 cm) and soil moisture content (12.71% and 32.36%) over a period of 14 days. Data collection included protection voltage, potential difference, and corrosion rates for each specimen. The results indicate that the average voltage at the soil surface was higher than the average voltage at a depth of 80 cm. The greater the burial depth of the cathode, the larger the error introduced when measuring protection potential at the soil surface. Corrosion rates for the anode (A1) and cathode (K1) in soil with 32.36% moisture content were 0.9652 mmpy and 0.0421 mmpy, respectively, whereas in soil with 12.71% moisture content, the rates were 0.0007 mmpy and 0.3186 mmpy.

Kata Kunci : baja karbon, impressed current, kedalaman, tanah, perbedaan potensial

  1. S1-FTK-2009-Bangkit_Widayat-Abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2009-Bangkit_Widayat-Bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2009-Bangkit_Widayat-Table_of_Content.pdf  
  4. S1-FTK-2009-Bangkit_Widayat-Title.pdf