Laporkan Masalah

Realisasi Fonologis pada Anak dengan Sindrom Down Usia 7-8 Tahun di SLBN Pembina Yogyakarta: Kajian Psikolinguistik

Lulu Qalbain, Dr. I Putu Permana Mahardika, S.S., M.Hum.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini mengkaji realisasi fonologis pada anak-anak dengan sindrom Down usia 7–8 tahun di SLBN Pembina Yogyakarta melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu bagaimana realisasi bunyi vokal pada anak dengan sindrom Down usia 7–8 tahun di SLBN Pembina Yogyakarta serta faktor fisiologis yang melatarbelakanginya, dan bagaimana realisasi bunyi konsonan pada anak dengan sindrom Down usia 7–8 tahun di SLBN Pembina Yogyakarta serta faktor fisiologis yang memengaruhinya. Data dikumpulkan melalui metode cakap teknik elisitasi dan metode simak teknik rekam-catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetis yang didukung perangkat lunak PRAAT serta kerangka fonologi alamiah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan fonologis ketiga subjek bukan kegagalan yang bersifat acak, melainkan cerminan interaksi antara representasi fonologis internal dengan keterbatasan kapasitas motorik orofasial bawaan. Dari sisi vokal, ditemukan tiga pola yang dapat diprediksi secara teoretis: dominasi nilai F1 tinggi pada fonem /a/ akibat open mouth posture, sentralisasi vokal belakang karena kegagalan pembulatan bibir, serta perbedaan arah pergeseran vokal madya antarsubjek. Dari sisi konsonan, ditemukan hierarki penguasaan yang berkorelasi dengan tingkat kesulitan artikulasi motorik. Realisasi bunyi konsonan didominasi oleh tiga proses fonologis alamiah, yaitu fronting, stopping, dan glotalisasi sebagai manifestasi prinsip ease dalam teori Stampe.

Secara psikolinguistik, keterbatasan fonologis subjek bersumber dari kesenjangan antara perencanaan mental dan eksekusi motoris, bukan dari kegagalan akuisisi bahasa itu sendiri.

Kata kunci: realisasi fonologis, sindrom Down, psikolinguistik, PRAAT, fonologi alamiah

This study investigates phonological realization in children with Down syndrome aged 7–8 years at SLBN Pembina Yogyakarta through a psycholinguistic approach. The study addresses two research questions: how vowel sounds are realized in children with Down syndrome aged 7–8 years at SLBN Pembina Yogyakarta and the physiological factors underlying them, and how consonant sounds are realized and the physiological factors influencing them. Data were collected through elicitation and audio recording techniques, then analyzed using the phonetic-matching method supported by PRAAT software and the natural phonology framework.

The findings reveal that phonological deviations across the three subjects do not occur randomly, but reflect the interaction between an already-formed internal phonological representation and innate orofacial motor limitations. In terms of vowels, three theoretically predictable patterns were identified: consistently high F1 values for /a/ due to open mouth posture, centralization of back vowels caused by failed lip rounding, and divergent mid-vowel shift directions across subjects. In terms of consonants, a mastery hierarchy was found to correlate with articulatory motor difficulty. Consonant realization was dominated by three natural phonological processes, fronting, stopping, and glottalization as manifestations of Stampe's ease principle.

From a psycholinguistic perspective, phonological limitations in these subjects stem from the gap between mental planning and motor execution, rather than from a failure in language acquisition itself.

Keywords: phonological realization, Down syndrome, psycholinguistics, PRAAT, natural phonology

Kata Kunci : realisasi fonologis, sindrom Down, psikolinguistik, PRAAT, fonologi alamiah

  1. S1-2026-505701-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505701-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505701-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505701-title.pdf