Laporkan Masalah

Penerapan indikator pengelolaan obat melalui diskusi kelompok kecil dengan umpan balik dalam upaya meningkatkan pengelolaan obat Puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Barat

SA'DI, Abu, Dra. Dwi Pudjaningsih, Apt.,M.Kes

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Masalah yang terjadi dalam pengelolaan persediaan obat di unit pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kabupaten Kotawaringin Barat timbul oleh karena adanya kendala-kendala seperti antara lain: petugas pengelola obat di Puskesmas belum memahami indikator pengelolaan obat. Penerapan indikator pengelolaan obat belum pernah dilakukan, sehingga petugas pengelola obat puskesmas belum mengetahui kegiatan yang dapat meningkatkan nilai pengelolaan obat. Berdasarkan referensi bahwa intervensi edukasi memakai metode diskusi kelompok kecil dengan umpan balik efektif dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan indikator pengelolaan obat melalui diskusi kelompok kecil (DKK) dengan umpan balik terhadap peningkatan pengelolaan obat di puskesmas Metode penelitian. Penelitian ini merupakan true ekperimental memakai disain pre-post tiga-kelompok Solomon. Subyek penelitian ini adalah petugas pengelola obat Puskesmas dan unit analisisnya adalah pengelolaan obat Puskesmas. Dari lima belas Puskesmas dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok I intervensi dengan diberikan materi cetak penerapan indikator pengelolaan obat ( PI)+DKK+UB, kelompok II intervensi pemberian PI dengan DKK dan kelompok III hanya diberi materi cetak PI. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan memakai indikator pengelolaan obat. Hasil pengamatan yang didapat pada keempat tahap penelitian ini, ditabulasi serta dianalisis statistik dengan anova test untuk melihat perbedaan dampak intervensi antar kelompok, dan uji paired sample test untuk melihat efektifitas perlakuan terhadap kelompok pada pre dan post intervensi. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi dan dampak intervensi diukur dengan 16 indikator pengelolaan obat didapatkan hasil pengelolaan obat puskesmas meningkat secara bermakna ( p < 0,05). Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan penerapan indikator pengelolaan obat melalui DKK dapat meningkatkan pengelolaan obat di Puskesmas. Intervensi DKK+UB hasilnya lebih efektif dari pada intervensi DKK tanpa umpan balik.

Background. Problem that happened in drug management supply in Public Health Center (PHC) of District West Kotawaringin arise because of existence of constraints like for example: organizer officers medicinize in Public Health Center not yet comprehended the indicator of drug management, it cause they had not know to make-up of drug management value. References state that small group discussion intervention, followed feedback session can change behavior, skill dan knowledge. Methods. This Research represent the true ekperimental hence pre-post tri groups -Solomon design. This Subyek Research is organizer officer medicinize the PHC and its analysis unit is management medicinize the PHC. From fifteen PHC in District West Kotawaringin which become three group that is group intervence the DKK + UB, group intervence the DKK and group control. Assessment conducted by before and after intervention by hence management indicator medicinize. Result of perception got at fourth of this research phase, is tabulation and also analysed a statistic by anova test . Results. Result of research indicate that after conducted by a intervention, got by result of management value medicinize the PHC mount by having a meaning of ( p < 0,05). Conclusion. This Research show the applying of management indicator medicinize to through the DKK can improve the management value medicinize in PHC. Intervence the its DKK+UB result is better and more stay from at intervention DKK without feed back.

Kata Kunci : Kebijakan Obat,Pengelolaan Obat,Puskesmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.