Laporkan Masalah

Karakteristik Histologi Sistem Integumen Garangan Jawa (Urva javanica)

Almi Andiah, drh. Irma Padeta, M.Sc.

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Garangan jawa (Urva javanica) merupakan mamalia karnivora kecil yang bersifat terestrial dan termasuk dalam famili Herpestidae. Spesies ini tersebar di wilayah Asia Tenggara, di Indonesia khususnya Pulau Jawa dan Sumatra. Garangan jawa mampu beradaptasi pada berbagai habitat, seperti hutan semak belukar, padang rumput, persawahan, dan lahan pertanian. Kemampuan adaptasi tersebut diduga berkaitan erat dengan sistem integumen, yang berfungsi sebagai pelindung tubuh, organ sensorik, serta berperan dalam aktivitas sekresi melalui kulit dan derivatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi sistem integumen garangan jawa meliputi kulit, bantalan kaki, cakar, planum nasal, kelenjar pipi, dan kelenjar kantung anal. Penelitian ini menggunakan tiga ekor garangan jawa jantan dan dua ekor garangan jawa betina. Sampel jaringan dikoleksi dan difiksasi menggunakan Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% serta diproses dengan teknik embedding parafin. Sampel jaringan dipotong dengan ketebalan 5 µm, dan diwarnai dengan teknik pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE), Masson's Trichrome (MT), dan Alcian Blue Periodic Acid Schiff (AB-PAS). Berdasarkan hasil pengamatan, struktur histologi kulit tubuh bagian dorsal menunjukkan memiliki epidermis, dermis, panniculus carnosus, tingkat keratinisasi, dan jumlah folikel rambut yang lebih berkembang dibandingkan kulit tubuh bagian ventral dan skrotum. Bantalan kaki menunjukkan epidermis sangat tebal dengan keratinisasi tinggi, dermis yang secara dominnan disusun oleh serabut kolagen, dan hipodermis didominasi oleh jaringan adiposa. Cakar memiliki selubung keratin yang berkembang baik. Planum nasal menunjukkan epidermis tebal dan tidak teramati adanya struktur adneksa. Kelenjar pipi teridentifikasi sebagai kelenjar sebasea termodifikasi dengan sekresi bersifat holokrin dan hanya ditemukan pada garangan jawa betina. Kelenjar kantung anal menunjukkan reaksi AB negatif dan PAS positif, yang mengindikasikan sekret kelenjar bersifat netral. Secara keseluruhan, sistem integumen garangan jawa yang teramati dan teridentifikasi mengindikasikan adaptasi melalui modifikasi struktur histologi integumen yang mendukung fungsi proteksi, mekanik, termoregulasi, dan komunikasi kimia.

Javan mongoose (Urva javanica) is a small terrestrial carnivorous mammal belonging to the family Herpestidae. This species occurs throughout Southeast Asia, including the islands of Java and Sumatra in Indonesia. The Javan mongoose can adapt to diverse habitats, including forests, shrublands, grasslands, rice fields, and agricultural landscapes. Such adaptability is thought to be closely associated with its integumentary system, which functions in body protection, sensory perception, and secretion through the skin and its derivatives. This study aimed to describe the histological structure of the integumentary system of the Javan mongoose, including the skin, footpads, claws, nasal planum, cheek gland, and anal sac gland. The study used three male and two female Javan mongooses. Tissue samples were collected and fixed in 10% Neutral Buffered Formalin and processed using paraffin embedding techniques. Sections were cut at a thickness of 5 ?m and stained with Hematoxylin and Eosin, Masson’s Trichrome, and Alcian Blue–Periodic Acid Schiff staining methods. Histological observations showed that the dorsal skin possessed a more developed epidermis, dermis, panniculus carnosus, degree of keratinization, and hair follicle density than the ventral skin and scrotum. The footpads exhibited a markedly thick epidermis with high keratinization, a dermis predominantly composed of collagen fibers, and a hypodermis dominated by adipose tissue. The claws possessed a well developed keratin sheath. The nasal planum showed a thick epidermis and lacked observable adnexal structures. The cheek gland was identified as a modified sebaceous gland with holocrine secretion and was observed only in females. The anal sac gland showed a negative Alcian Blue reaction and a positive Periodic Acid Schiff reaction, indicating predominantly neutral secretory products. Overall, the integumentary structures identified in the Javan mongoose suggest histological adaptations that support protective, mechanical, thermoregulatory, and chemical communication functions.

Kata Kunci : AB-PAS, garangan jawa, HE, integumentary system, Javan mongoose, Masson’s Trichrome, sistem integumen

  1. S1-2026-492787-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492787-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492787-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492787-title.pdf