Infeksi Buatan Escherichia coli Pada Burung Pipit (Lonchura leucogastrides) : Pengamatan Mikroskopis Pada Organ Hepar
Aisha Diva Sasikirana, Dr. drh. Bambang Sutrisno, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Burung Pipit merupakan fauna yang hidup berdampingan dengan manusia namun sering dianggap hama, sementara bakteri Escherichia coli (E. coli) khususnya strain Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) dapat menyebabkan kolibasilosis yang berdampak pada kesehatan unggas dan potensi zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mikroskopis organ hati burung pipit yang diinfeksi E. coli secara buatan. Penelitian menggunakan enam ekor burung pipit dewasa yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok infeksi. Isolat E. coli yang berasal dari bebek diinokulasikan sebanyak 0,1 ml (10 pangkat 8 CFU) secara intra trakhea. Pengamatan dilakukan hingga hari ke-6 pasca perlakuan, dilanjutkan dengan nekropsi dan pembuatan preparat mikroskopis heparina dengan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (HE). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan struktur mikroanatomi antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan perubahan mikroskopis yang signifikan pada organ hepar burung pipit yang diinokulasi E. coli. Struktur lobulus, hepatosit, dan sinusoid tampak normal tanpa adanya bentukan eksudat fibrin maupun perihepatitis fibrinosa yang umum ditemukan pada kasus kolibasilosis. Hemoragi fokal ringan yang ditemukan diduga terjadi akibat proses mekanis saat nekropsi atau pemotongan jaringan. Kesimpulannya, inokulasi E. coli secara intra trakhea pada dosis tersebut belum mampu menginduksi perubahan mikroskopis yang bermaksa pada organ hepar burung pipit dalam kurun waktu enam hari. Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan dosis inokulum yang lebih tinggi atau jalur infeksi yang berbeda.
Javan Munia is a bird species living close to humans but often considered a pest, while Escherichia coli (E. coli), spesifically Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) strains can cause colibacillosis impacting pultry health and posing zoonosis risks. This study aims to determine the miscroscopic changes in the liver of Javan Munia artificially infected with E. coli. Six adult birds were used, divided into control and infection groups. E. coli isolates from ducks were inoculated at a dose of 0.1 ml (10 to the power of 8 CFU). via the intratracheal route. Observations were conducted until day 6 post-treatment, followed by necropsy and the preparation of liver microscopical slides using Hematoxylin and Eosin (HE) staining. Data were analyzed descriptively by comparing the microanatomical structures between the two groups. The results showed no significant microscopic changes in the liver of Javan Munia innoculated with E. coli. Lobular structures, hepatocytes, and sinusoids appeared normal without the formation of fibrin exudate or fibrinous perihepatitis typically found in colibacillosis cases. Mild focal hemorrhages found were suspected to result from mechanical prosesses during necropsy or tissue sectioning. In conclusion, intratracheal inoculation of E. coli at this dose was not yet able to induce significant microscopical changes in the liver of Javan Munia within six days. It is suggested for future research to use a higher inoculum dose or different infection routes.
Kata Kunci : Burung Pipit, E. coli, Hepar, Mikroskopis, Kolibasilosis, Colibacillosis, E. coli, Microscopical, Javan Munia, Liver