Diagnosa Klinis dan Laboratoris Penyakit Kulit pada Kucing
Vania Maheswari Kirana, Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang sering terjadi pada kucing dan dapat disebabkan oleh ektoparasit, fungi, bakteri, dan/atau virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala klinis dermatitis pada kucing dan mengidentifikasi agen penyebabnya, khususnya ektoparasit, fungi, dan bakteri Staphylococcus sp. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kucing yang menunjukkan gejala klinis penyakit kulit di Klinik Hewan Kuningan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pemeriksaan klinis dilakukan secara lege artis meliputi anamnesa, inspeksi, palpasi, dan pemeriksaan menggunakan wood's lamp. Pemeriksaan laboratoris meliputi isolasi bakteri pada media Mannitol Salt Agar (MSA) dengan pewarnaan Gram, isolasi fungi pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dengan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB), serta identifikasi ektoparasit. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala yang ditemukan pada dermatitis kucing berupa alopesia (50%), pruritus (40%), krusta (30%), dan pembengkakan limfoglandula submandibular (30%) serta retrofaringeal (30%). Kejadian dermatitis lebih banyak ditemukan pada kucing jantan (66,67%) dan kucing berumur <1>Staphylococcus sp. berdasarkan pertumbuhan pada media MSA yang berubah menjadi warna kuning dan morfologi kokus, Gram positif bergerombol. Identifikasi fungi pada media SDA berhasil dilakukan pada 4 dari 9 sampel dengan karakteristik makroskopis dan mikroskopis sesuai dengan Aspergillus sp. Agen penyebab ektoparasit yang ditemukan pada 7 kucing meliputi Ctenocephalides sp., Otodectes sp., dan Sarcoptes sp. Berdasarkan jumlah agen, penyebab dermatitis pada penelitian ini adalah kombinasi infeksi Aspergillus sp. dan infestasi ektoparasit (44,44%), diikuti infestasi ektoparasit saja (33,33%), dan agen tidak diketahui (22,22%). Disimpulkan bahwa dermatitis pada kucing di Klinik Hewan Kuningan Departemen IPD FKH UGM dapat disebabkan oleh kombinasi agen berupa ektoparasit, fungi, dan bakteri dengan gejala klinis utama berupa alopesia, pruritus, krusta, dan pembengkakan limfoglandula.
Dermatitis is a skin inflammation commonly occurring in cats, which can be caused by ectoparasites, fungi, bacteria and/or virus. This study aimed to identify the clinical signs of dermatitis in cats and to detect the causative agents, particularly ectoparasites, fungi, and bacteria Staphylococcus sp. The research involved 9 cats exhibiting skin disease clinical signs at Kuningan Animal Clinic, Department of Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University. Clinical examination were conducted lege artis including anamnesis, inspection, palpation, and wood's lamp examination. Laboratory examinations comprised bacterial isolation on Mannitol Salt Agar (MSA) with Gram staining, fungal isolation on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) with Lactophenol Cotton Blue (LPCB) staining, and ectoparasite identification. Clinical findings revealed dermatitis symptoms including alopecia (50%), pruritus (40%), crusts (30%), and enlargement of submandibular lymph nodes (30%) and retropharygeal lymph nodes (30%). Dermatitis cases were more prevalent in male cats (66,67%) and cats aged <1>Staphylococcus sp. based on yellow discoloration on MSA media and cocci morphology, Gram-positive in clusters. Fungal identification on SDA media succeeded in 4 out of 9 samples with macroscopic and microscopic characteristics consistent with Aspergillus sp. Ectoparasites identified in 7 cats included Ctenocephalides sp., Otodectes sp., and Sarcoptes sp. Based on the causative agents, dermatitis was predominantly caused by combined by Aspergillus sp. infection and ectoparasite infestation (44,44%), followed by ectoparasite infestation alone (33.33%), and unknown agents (22.22%). It is concluded that dermatitis in cats at Kuningan Animal Clinic IPD FKH UGM can caused by a combination of ectoparasites, fungi, and bacteria, with main clinical signs of alopecia, pruritus, crusts, and lymph node enlargement.
Kata Kunci : Dermatitis, kucing, ektoparasit, Aspergillus sp., Staphylococcus sp.