Perilaku Penghindaran Hukum Mahasiswa dalam Implementasi Pelarangan Judi Online
Fadel Zikri, Dr. Puguh Prasetyo Utomo, S.I.P, M.P.A,
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam perilaku maladaptif mahasiswa dalam menyikapi kebijakan pelarangan judi online di Indonesia yang diatur melalui UU ITE Pasal 27 dan KUHP Pasal 303. Menggunakan metode kualitatif dengan strategi fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif empat informan mahasiswa di Yogyakarta melalui teknik wawancara mendalam dan prosedur analisis data yang meliputi tahapan bracketing, analyzing, intuiting, dan describing. Secara teoritis, studi ini mengintegrasikan Social Cognitive Theory dan Institutional Theory untuk membedah interaksi dinamis antara proses kognitif individu dan tekanan struktural institusional negara. Temuan lapangan mengungkapkan bahwa mahasiswa menerapkan berbagai strategi penghindaran hukum yang sistematis, meliputi penggunaan VPN, manajemen jejak digital, navigasi finansial melalui metode "lompat kodok" dan QRIS, serta strategi penghindaran sosial dan rasionalisasi pembelaan hukum. Respons penghindaran ini dideterminasi oleh beberapa faktor utama, yaitu rendahnya legitimasi dan efektivitas kebijakan, tingginya kapasitas teknis digital pelaku, rasionalitas moral subjektif yang memandang judi sebagai hak otonom, serta tekanan psikologis berupa kondisi "gabut" (kebosanan) dan pencarian adrenalin. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan yang bersifat koersif murni gagal menciptakan kepatuhan stabil karena terjadi fenomena decoupling antara aturan formal dengan realitas praktik di ruang privat digital mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya reorientasi kebijakan menuju penegakan hukum yang konsisten pada aktor utama serta pendekatan rehabilitatif-edukatif yang lebih humanis guna memutus siklus adiksi dan normalisasi sosial judi online di kalangan terpelajar.
This study aims to explore in depth the maladaptive behaviors of college students in response to the policy banning online gambling in Indonesia, as regulated by Article 27 of the ITE Law and Article 303 of the Criminal Code. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this study explores the subjective experiences of four student informants in Yogyakarta through in-depth interviews and data analysis procedures that include the stages of bracketing, analyzing, intuiting, and describing. Theoretically, this study integrates Social Cognitive Theory and Institutional Theory to examine the dynamic interaction between individual cognitive processes and the state’s institutional structural pressures. Field findings reveal that students employ various systematic legal evasion strategies, including the use of VPNs, digital footprint management, financial navigation through “frog-jumping” methods and QRIS, as well as social evasion strategies and rationalizations for legal defense. These evasion responses are determined by several key factors: low policy legitimacy and effectiveness; high digital technical capacity among participants; subjective moral rationality that views gambling as an autonomous right; and psychological pressures such as “gabut” (boredom) and the pursuit of adrenaline. The study’s findings conclude that purely coercive policies fail to establish stable compliance due to a “decoupling” phenomenon between formal regulations and the reality of practices within students’ private digital spaces. Therefore, this study recommends reorienting policy toward consistent law enforcement targeting key actors, as well as a more humanistic rehabilitative-educational approach to break the cycle of addiction and the social normalization of online gambling among the educated.
Kata Kunci : Judi Online, Mahasiswa, Perilaku Adaptif, Strategi Penghindaran Hukum, dan Implementasi Kebijakan Publik.