Opini Narasumber Laki-laki dan Perempuan di Podcast Finj?n: Analisis Sosiopragmatik atas Strategi Kesantunan dan Fitur Bahasa
Aninda Ayu Sitorismi, Dr. Arief Ma'nawi, S.S., M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Kajian bahasa dan gender selama ini banyak menggambarkan pola kebahasaaan antara laki-laki dan perempuan cenderung berbeda, termasuk dalam strategi kesantunan dan fitur bahasa. Dalam konteks masyarakat Arab yang masih cukup kuat dengan struktur sosial berbasis gender, kecenderungan tersebut turut dipandang memengaruhi praktik kebahasaan. Namun, kehadiran podcast Finj?n sebagai media digital yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi dengan konsep interaksi yang lebih santai dan terbuka memunculkan pertanyaan penting, bagaimana kecenderungan tersebut direalisasikan oleh para narasumber dalam penyampaian opini dalam konteks interaksi yang berbeda. Penelitian ini mengkaji penggunaan strategi kesantunan dan fitur bahasa pada opini narasumber laki-laki dan perempuan di podcast Finj?n dengan tujuan untuk (1) mengidentifikasi strategi kesantunan dan fitur bahasa; (2) mendeskripsikan pola penggunaannya; dan (3) menelusuri faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis didasarkan pada kerangka teori strategi kesantunan Brown dan Levinson (1978) serta fitur bahasa dari Lakoff (1975) dan Coates (2013). Data bersumber dari empat episode podcast Finj?n yang dikumpulkan melalui teknik simak dan dianalisis melalui empat tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasumber laki-laki dan perempuan sama-sama menggunakan keempat strategi kesantunan dan lima fitur bahasa yang dikaji pada 630 opini, dengan strategi kesantunan negatif dan fitur lexical hedges menjadi paling dominan pada kedua gender yang menandakan pentingnya menjaga kebebasan dan menghindari potensi FTA. Pola penggunaannya memperlihatkan bahwa narasumber perempuan cenderung lebih konsisten menggunakan bentuk tidak langsung, sementara narasumber laki-laki menunjukkan variasi yang lebih beragam antara ketidaklangsungan dan penegasan. Perbedaan tersebut lebih menggambarkan cara masing-masing gender mengatur keseimbangan antara kehati-hatian dan ketegasan dalam menyampaikan opini. Pola ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, meliputi norma sosial-budaya Arab Saudi, topik pembicaraan, karakteristik podcast, tingkat beban tuturan, tujuan tuturan, dan posisi narasumber sebagai pakar. Keseluruhan temuan ini menegaskan bahwa pilihan strategi kesantunan dan fitur bahasa dalam podcast Finj?n tampaknya tidak selalu berjalan secara linear mengikuti identitas gender, tetapi mengalami negosiasi yang terus berlangsung antara tuntutan konteks interaksi dan kebutuhan penyampaian opini dengan gender tetap berperan sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan faktor lainnya.
Studies on language and gender have long suggested that male and female speakers tend to display different linguistic patterns, including in their use of politeness strategies and linguistic features. In the context of Arab societies, where gender-based social structures remain relatively strong, these tendencies are also viewed as influencing language practices. However, the emergence of the Finj?n podcast as a digital medium based in Riyadh, Saudi Arabia, with a more relaxed and open interactional format, raises an important question regarding how these tendencies are realized by guests in expressing opinions within a different interactional context. This study examines the use of politeness strategies and linguistic features in the expression of opinions by male and female guests in the Finj?n podcast, with the aims of (1) identifying the politeness strategies and linguistic features, (2) describing their patterns of use, and (3) exploring the factors that influence their occurrence. This study employs a descriptive qualitative method with a case study design. The analysis is grounded in Brown and Levinson's (1987) politeness strategy framework and the language features proposed by Lakoff (1975) and Coates (2013). Data were drawn from four episodes of Finj?n podcast, collected through careful listening and analyzed through four stages. The findings reveal that both male and female guests drew on all four politeness strategies and five language features examined across 630 opinions, with negative politeness and lexical hedges emerging as the most dominant across both genders, reflecting the primacy of preserving individual autonomy and avoiding potential FTA. The patterns of use show that female guests tend to employ indirect forms more consistently, while male guests display greater variation between indirectness and assertiveness. This difference reflects how each gender navigates the balance between caution and directness in expressing opinions. The patterns are shaped by several interrelated factors, including Saudi socio-cultural norms, topic of discussion, the characteristics of the podcast, ranking of imposition, communicative goals, and the guests’ status as experts. The findings suggest that the use of politeness strategies and linguistic features in the Finj?n podcast does not always seem to follow a linear pattern based on gender identity, but is shaped through ongoing negotiation between interactional demands and the need to convey opinions, with gender remaining one of several interrelated influencing factors.
Kata Kunci : strategi kesantunan, fitur bahasa, bahasa dan gender, podcast, sosiopragmatik