Analisis Teknis dan Usaha Budi Daya Semi Intensif Udang Vaname (Penaeus vannamei Boone, 1931) di Desa Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang
Annisa Firdaus, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.
2026 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan usaha budi daya semi intensif udang vaname (Penaeus vannamei) yang dilakukan oleh pembudi daya di Desa Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari pemerintah desa di lokasi penelitian. Sampel penelitian terdiri atas 31 tambak dari 20 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budi daya semi intensif udang vaname dilakukan di petakan tambak berbentuk persegi panjang dengan luas 0,5 ha, dasar tanah, dan dinding dilapisi HDPE. Sumber air berasal dari air muara dengan kedalaman air tambak berkisar 110-120 cm. Kincir air untuk aerasi yang digunakan berkisar 2-22 unit/ha dengan rata-rata 9 unit/ha. Penggantian air sebanyak 10% digunakan untuk penyiponan dan mengganti kehilangan karena penguapan air. Padat tebar udang berkisar 10-36 ekor/m2 dan lama pemeliharaan rata-rata 88 hari. Produksi udang yang dipanen berkisar 190-2.100 kg/tambak dengan rata-rata 772 kg/tambak atau produktivitas rata-rata 1.297 kg/ha. Nilai nisbah konversi pakan (FCR) berkisar 1,00-2,19 dengan rata-rata 1,49. Berdasarkan parameter-parameter tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa praktik budi daya semi intensif udang vaname tersebut layak secara teknis. Usaha budi daya semi intensif udang vaname tersebut membutuhkan biaya total rata-rata sebesar Rp23.224.975/siklus dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp17.768.964/siklus. Usaha tersebut memiliki nilai nisbah penerimaan biaya (R/C ratio) sebesar 1,77, nilai titik impas (BEP) produk sebesar 443 kg/siklus dan BEP harga sebesar Rp31.172/kg. Dengan demikian, budi daya semi intensif udang vaname tersebut menguntungkan secara finansial dan layak untuk dikembangkan.
This study aimed to analyze the technical aspects and business feasibility of semi intensive whiteleg shrimp (Penaeus vannamei) farming in Bratasena Adiwarna Village, Dente Teladas Sub-district, Tulang Bawang Regency. The research employed a quantitative descriptive method using both primary and secondary data. Primary data were collected thorugh questionnaires, interviews, and documentation, while secondary data were obtained from the village administration regrading the general conditions of the study area. The sample consisted of 31 shrimp ponds managed by 20 respondents. The result showed that semi intensive whitelag shrimp culture was carried out in rectangular ponds with an area of 0.5 ha, earthen bottoms, and walls lined with HDPE. The water sourced originated from estuarine water, with pond water depths ranging from 110 to 120 cm. Aeration was provided using paddlewheel aerators ranging from 2 to 22 units/ha, with an average of 9 units/ha. Water exchange of 10% was applied for siphoning purposes and to replace water lost through evaporation. Shrimp stocking density ranged form 10 to 36 shrimp/m2, with an average culture period of 88 days. Harvested shrimp production ranged from 190 to 2,100 kg/pond, with an average of 772 kg/pond or an average productivity of 1,297 kg/ha. The feed conversion ratio (FCR) ranged from 1.00 to 2.19, with an average of 1.49. Based on these parameters, the semi intensive whiteleg shrimp farming practices in the study area can be considered technically feasible. The average total production cost was IDR 23,224,975 per production cycle, generating an average profit of IDR 17,768,964 per cycle. The business achieved a Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio) of 1.77, a Break-Even Point (BEP) production of 443 kg/cycle, and a BEP price of IDR 31,172/kg. Therefore, semi intensive whiteleg shrimp farming was financially profitable and feasible for further development.
Kata Kunci : Budi Daya, Udang Vaname, Analisis Teknis, Analisis Usaha, Aquaculture, Whiteleg Shrimp, Technical Analysis, Business Analysis.