Laporkan Masalah

Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Domba Lokal Dengan Semen Beku Menggunakkan Sinkronisasi Estrus Spons Intravaginal Berisi MedroksiProgesteron Asetat (MPA) dan Sumplementasi Zinc

Reyhan Alvin Tsany Kurniawan, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D.

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Rendahnya populasi domba di Indonesia masih menjadi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional, salah satunya disebabkan oleh efisiensi reproduksi yang belum optimal akibat sulitnya deteksi estrus dan tidak tepatnya waktu pelaksanaan inseminasi buatan. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan sinkronisasi estrus menggunakan spons intravaginal berisi MedroksiProgesteron Asetat (MPA), inseminasi buatan, dan deteksi kebuntingan dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan

inseminasi buatan dengan semen beku pada domba yang disinkronisasikan dengan spons intravaginal berisi MPA. Metode yang dilakukan dengan pemasangan spons intravaginal berisi MPA selama 14 hari dan disumplementasi dengan zinc. Deteksi estrus dilakukan setiap 6 jam sekali selama 48 jam setelah pencabutan spons. Inseminasi buatan secara intraservikal dilakukan 48 jam setelah pelapasan spons MPA. Deteksi kebuntingan dilakukan dengan ultrasonografi pada hari ke-60 pascainseminasi buatan. Hasil penetlitian menunjukkan bahwa sinkronisasi estrus menggunakan spons intravaginal berisi MPA menghasilkan respon estrus sebesar 100%, dengan kualitas estrus yang didominasi kategori sedang sebesar 60?n kategori rendah sebesar 40%, dan menghasilkan angka kebuntingan sebesar 60%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa efektif untuk meningkatkan angka kebuntingan pada domba dengan sinkronisasi estrus dengan spons intravaginal berisi MPA yang dikombinasikan dengan sumplementasi zinc.

The low population of sheep in Indonesia remains a challenge in meeting national meat demand, partly due to suboptimal reproductive efficiency caused by difficulties in estrus detection and improper timing of artificial insemination. One approach to overcome this issue is the application of estrus synchronization using intravaginal sponges containing Medroxyprogesterone Acetate (MPA), followed by artificial insemination and early pregnancy detection. This study aimed to determine the success rate of artificial insemination using frozen semen in sheep synchronized with intravaginal sponges containing MPA. The method involved the insertion of MPA-containing intravaginal sponges for 14 days combined with zinc supplementation, estrus detection every 6 hours for 48 hours after sponge removal, intraservical artificial insemination performed 48 hours after sponge removal, and

pregnancy diagnosis using ultrasonography on day 60 post-insemination. The results showed a 100% estrus response, with estrus quality dominated by the moderate category (60%) and low category (40%), and a pregnancy rate of 60%. It can be concluded that estrus synchronization using MPA intravaginal sponges combined with zinc supplementation is effective in improving pregnancy rates in sheep.

Kata Kunci : Domba, Inseminasi Buatan, Sinkronisasi Estrus, Ultrasonografi, Zinc

  1. S1-2026-502877-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502877-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502877-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502877-title.pdf