Tingkat Kejadian Infestasi Ctenocephalides felis Pada Kucing Di Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta Periode Januari-Desember 2025
Pinasthika Tejasari, Dr. drh. Yanuartono, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Infestasi Ctenocephalides felis merupakan masalah ektoparasit yang umum dijumpai dan berpotensi menurunkan kesejahteraan hewan karena menimbulkan rasa sakit, ketidaknyamanan dan dapat menular kepada manusia (zoonosis) sehingga diperlukan upaya penanganan dan pencegahan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari infestasi Ctenocephalides felis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kejadian infestasi Ctenocephalides felis pada kucing (Felis sp.) di Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta periode Januari-Desember 2025 dan menganalisis distribusinya menurut jenis kelamin dan sistem pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan desain deksriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis (n=1.183). Hasil penelitian menunjukkan 344 (29,1%) kasus positif infestasi; dari kasus positif tersebut 188 (54,7%) adalah kucing jantan dan 156 (45,3%) betina; menurut sistem pemeliharaan, 161 kasus (46,8%) berasal dari kucing indoor, 108 (31,4%) semioutdoor dan 75 (21,8%) outdoor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap jenis sistem pemeliharaan yang diterapkan memiliki pengaruh terhadap tingat kejadian infestasi Ctenocephalides felis sehingga diperlukannya pemisahan sementara kucing terinfestasi, peningkatan edukasi oleh dokter hewan dan penerapan langkah preventif seperti grooming rutin, penggunaan antiparasit sesuai anjuran serta sanitasi lingkungan untuk menekan angka infestasi.
Ctenocephalides felis infestation is a common ectoparasitic problem that can potentially compromise animal welfare by causing pain and discomfort and can be transmitted to humans (zoonosis); therefore, management and prevention efforts are necessary to mitigate the impacts of Ctenocephalides felis infestation. This study aims to describe the incidence rate of Ctenocephalides felis infestation in cats (Felis sp.) at the Klinik Hewan Kuningan Yogyakarta from January to December 2025 and to analyze its distribution by sex and housing system. This study employed a retrospective descriptive design using secondary data from medical records (n=1.183). The results showed 344 (29,1%) positive infestation cases; of which 188 (54,7%) were male cats and 156 (45,3%) were female; by housing system, 161 cases (46,8%) were from indoor cats, 108 (31,4%) from semioutdoor cats, and 75 (21,8%) from outdoor cats. This study concluded that each type of housing system applied influences the incidence of Ctenocephalides felis infestation; therefore, temporary isolation of infested cats, increased education by veterinarians, and the implementation of preventive measures such as routine grooming, the use of antiparasitic agents as recommended and environmental sanitation are necessary to reduce infestation rates.
Kata Kunci : Ctenocephalides felis, infestasi ektoparasit, Klinik Hewan Kuningan, kucing, Yogyakarta.