Analisis Bahasa Samurai yang Masih Digunakan di Dalam Business Japanese
Hieronimus Jerryo Febrinawan Ardikusuma, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.
2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Business Japanese merupakan ragam bahasa dalam bahasa Jepang modern yang digunakan khususnya dalam dunia kerja profesional. Di sisi lain, bahasa samurai atau bushikotoba merupakan ragam bahasa yang digunakan oleh para samurai di masa lalu. Penelitian ini membahas tentang keterkaitan ragam bentuk, fungsi, dan kesinambungan fungsi yang terdapat pada businesss Japanese dan bahasa samurai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka terhadap kosakata dan pola kalimat yang terdapat dalam buku pembelajaran berjudul Role Play de Manabu Business Japanese (2012). Analisis data akan menggunakan teori linguistik diakronik dari Ferdinand de Saussure (1959) untuk mengetahui keterkaitan antara dua ragam bahasa. Teori yakuwarigo dari Kinsui (2011) juga akan digunakan untuk mendeskripsikan bahasa samurai sebagai yakuwarigo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bahasa dalam Business Japanese yang memiliki keterkaitan dengan bahasa samurai adalah kosakata dalam sistem keigo seperti (1) Degozaru, (2) O?ni naru, (3) Nasaru, (4) Oru, (5) Mairu, (6) Zonjiru, dan nomina atau kata benda khusus kaum samurai seperti (7) Sata. Kosakata dan pola kalimat dalam Business Japanese dan bahasa samurai cenderung memiliki fungsi yang serupa. Perbedaan yang ada terletak pada fungsi kosakata sata yang mengalami perubahan arti. Penemuan menarik yang terdapat dalam penelitian ini adalah ditemukannya kecenderungan bahwa pola kalimat ?o?ni naru merupakan pola kalimat yang tercipta dari bahasa tulis kelompok samurai di masa Muromachi dan akhirnya terus digunakan dalam bahasa Jepang modern. Hal ini menunjukkan bahwa Business Japanese yang digunakan pada masa modern memiliki hubungan dengan bahasa samurai yang digunakan di masa lalu.
Business Japanese is a language variety in modern Japanese used primarily in the professional workplace. On the other hand, samurai language or bushikotoba is a language variety used by samurai in the past. This study discusses the relationship between linguistic forms, their functions, and the continuity of those functions found in Japanese business and samurai language. This study uses a qualitative method, with data collected through a literature review of the vocabulary and sentence patterns found in the textbook Role Play de Manabu Business Japanese (2012). Data analysis will use the diachronic linguistic theory of Ferdinand de Saussure (1959) to determine the relationship between the two language varieties and the yakuwarigo theory of Kinsui Satoshi (2011) to describe samurai language as yakuwarigo. The results of the study indicate that the language forms in Business Japanese that are related to samurai language are vocabulary in the keigo system such as (1) Degozaru, (2) O?ni naru, (3) Nasaru, (4) Oru, (5) Mairu, (6) Zonjiru, and nouns or nouns specific to the samurai class such as (7) Sata. The vocabulary and sentence patterns in Business Japanese and samurai language tend to have similar functions. Difference lies in the basic function of sata which has undergone a change in meaning. An interesting discovery in this study is the discovery of the fact that the sentence pattern ?o?ni naru is a sentence pattern that was presumed to have come from the spoken language of samurai groups in the Muromachi period and has continued to be used in modern Japanese. This shows that Business Japanese used in modern times has a relationship with the samurai language used in the past.
Kata Kunci : Business Japanese, Bahasa Samurai, Sosiolinguistik