Laporkan Masalah

Infeksi Parasit Darah dan Helminthiasis pada Anjing di Kapanewon Ngemplak Kabupaten Sleman

Rifqi Kurniawan, Dr. drh. Ana Sahara, M.Si

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Infeksi helminthiasis dan parasit darah pada anjing merupakan permasalahan

kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara pemeliharaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies cacing penyebab

helminthiasis pada anjing serta menentukan kejadian infeksi parasit darah di

Kapanewon Ngemplak. Sebanyak 31 sampel feses dan 14 sampel darah anjing

dikumpulkan dari pemilik untuk dianalisis. Metode diagnostik yang digunakan

adalah Mini-FLOTAC untuk mendeteksi telur cacing usus dan pemeriksaan ulas

darah dengan pewarnaan Giemsa untuk mengidentifikasi parasit darah. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa dari 31 sampel feses yang diperiksa, 22 anjing

(70,97%) terindikasi mengalami infeksi helminthiasis. Sementara itu, dari 14

sampel darah yang diperiksa, 2 anjing (14,29%) terdeteksi mengalami infeksi

parasit darah. Parasit yang ditemukan terdiri dari Toxocara sp., Ancylostoma sp.,

dan Babesia sp.. Faktor lingkungan dan pola pemeliharaan anjing berperan dalam

kejadian infeksi, sementara sebagian besar anjing yang terinfeksi tidak

menunjukkan gejala klinis yang jelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan

bahwa helminthiasis dan babesiosis masih ditemukan pada anjing di Kapanewon

Ngemplak. Perlu adanya kewaspadaan pemilik dalam menjaga kebersihan

lingkungan dan kesehatan hewan peliharaan untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Helminthiasis and blood parasite infections in dogs are health problems

influenced by environmental factors and maintenance practices. This study aims to

identify helminth species causing helminthiasis in dogs and determine the

occurrence of blood parasite infections in Kapanewon Ngemplak. A total of 31 fecal

samples and 14 blood samples were collected from dog owners for analysis. The

diagnostic methods used were Mini-FLOTAC to detect intestinal helminth eggs and

blood smear examination with Giemsa staining to identify blood parasites. The

results showed that out of 31 fecal samples examined, 22 dogs (70.97%) were

indicated to have helminthiasis. Meanwhile, out of 14 blood samples analyzed, 2

dogs (14.29%) were detected with blood parasite infections. The parasites found

included Toxocara sp., Ancylostoma sp., and Babesia sp.. Environmental factors

and maintenance practices played a role in infection occurrence, while most

infected dogs did not show clear clinical symptoms. The conclusion of this study

indicates that helminthiasis and babesiosis are still present in dogs in Kapanewon

Ngemplak. Dog owners need to be more aware of maintaining environmental

hygiene and pet health to prevent further infections.

Kata Kunci : helminthiasis, parasit darah, anjing

  1. S1-2026-482368-abstract.pdf  
  2. S1-2026-482368-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-482368-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-482368-title.pdf