Pengaruh Pemberian Kombinasi Coccilip dan Monensin dalam Pakan terhadap Performa Ayam Broiler yang Diinfeksi Eimeria sp.
Faradila Azzahra Destriyanti, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Koksidiosis yang disebabkan oleh Eimeria sp. mengakibatkan penurunan performa ayam broiler melalui rendahnya bobot badan dan tingginya nilai feed conversion ratio (FCR). Pengendalian koksidiosis menggunakan antikoksidia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi pada Eimeria. Senyawa herbal seperti polifenol memiliki aktivitas antikoksidia dan dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian kombinasi Coccilip® yang mengandung polifenol dengan monensin terhadap performa ayam broiler meliputi bobot badan dan feed conversion ratio (FCR). Metode penelitian menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap sebagai rancangan percobaan. Penelitian menggunakan 400 ekor ayam broiler strain Cobb yang dibagi ke dalam empat kelompok masing-masing berisi 100 ekor ayam. Kelompok K (-) dan kelompok K (+) tidak diberi perlakuan obat, kelompok A diberi Coccilip® 300 gram/ton dan monensin 120 gram/ton pakan, serta kelompok B diberi monensin 120 gram/ton pakan. Kelompok K (+), A, dan B diinfeksi menggunakan isolat Eimeria sp. sejumlah 25.000 oosista secara per oral pada hari ke-14 pemeliharaan. Data yang diambil berupa bobot badan mingguan pada hari ke-7, 14, 21, 28, 35, dan 42 serta konsumsi pakan harian selama enam minggu pemeliharaan. Nilai FCR diperoleh dengan membagi jumlah pakan yang dikonsumsi sejak awal pemeliharaan hingga waktu penimbangan bobot badan dengan bobot badan yang diperoleh pada waktu penimbangan tersebut. Analisis statistik dilakukan dengan uji One-Way ANOVA pada data yang berdistribusi normal atau uji Kruskal-Wallis pada data yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata bobot badan yang signifikan antarkelompok perlakuan (P<0>Eimeria sp.
Coccidiosis caused by Eimeria sp. results in reduced performance of broiler chickens, as indicated by lower body weight and higher feed conversion ratio (FCR). Prolonged use of anticoccidial drugs may lead to resistance in Eimeria. Herbal compounds such as polyphenols have anticoccidial activity and can be used as an alternative in controlling coccidiosis. This study aimed to compare the effect of a combination including Coccilip® (containing polyphenols) and the anticoccidial monensin in feed on broiler performance, including body weight and FCR. This study used an experimental Completely Randomized Design. A total of 400 Cobb strain broiler chickens were divided into four groups, each consisting of 100 chickens. The K (-) and the K (+) groups received no treatment, the A group received Coccilip® 300 g/ton and monensin 120 g/ton of feed, and the B group received monensin 120 g/ton of feed. Groups K (+), A, and B were infected with Eimeria sp. at a dose of 25,000 oocysts on day 14 of rearing. Data collected included weekly body weight and daily feed consumption over six weeks of rearing. The FCR value was calculated by dividing the total feed intake from the beginning of the rearing period up to each weighing time by the corresponding body weight. Statistical analysis was performed using the One-Way ANOVA test for normally distributed data and the Kruskal-Wallis test for data that were not normally distributed. The results showed significant differences in mean body weight among groups (P<0>Eimeria sp.
Kata Kunci : Ayam broiler, koksidiosis, polifenol, monensin, bobot badan, feed conversion ratio (FCR)