Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Rumahsakit Unisma Malang Jawa Timur
NOVIANTO, Ronny, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.OK
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatRumah sakit adalah tempat kerja yang menuntut para karyawan untuk memiliki produktivitas kerja yang tinggi. Produktivitas kerja tidak bisa dilepaskan dari kelelahan akibat kerja, penyakit akibat kerja, lingkungan kerja, dan lain-lain. Oleh karena itu rumah sakit perlu untuk menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui organisasi dan pelaksanaan K3, kepedulian dan komitmen karyawan Rumah Sakit Unisma Malang terhadap K3, serta menyusun langkah-langkah penerapan SMK3. Metode yang dipilih adalah observasional dengan pendekatan studi kasus. Potensi bahaya yang paling banyak terdapat di Rumah Sakit Unisma Malang adalah di bidang ergonomi, selain itu pelaksanaan K3 masih belum menyeluruh dan terorganisir. Karyawan rumah sakit dapat mengetahui dengan baik potensi bahaya yang ada di tempat kerjanya, dan memberikan dukungan dan komitmen terhadap penerapan SMK3. Komitmen dari pimpinan rumah sakit masih belum jelas. Langkah-langkah penerapan SMK3 terdiri atas penentuan komitmen dan kebijakan, perencanaan, penerapan, pengukuran dan evaluasi, serta tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen Kesimpulan yang dapat diambil adalah kepedulian dan komitmen karyawan terhadap K3 cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan komitmen direktur masih rendah dan perlu lebih ditingkatkan. Organisasi dan pelaksanaan K3 yang ada belum menyeluruh, hingga perlu segera diterapkan SMK3 dengan langkah-langkah penerapan yang tepat.
Background: Hospital is a workplace where the employee must have a good productivity. The word productivity itself have correlation with man made disease, health and sefety, working environtment, etc. Those are some reasons why a hospital need to implementing occupational health and safety management systems. Objective: To observe hazards, occupational heath and safety management system, and the awareness and commitment from all employee of Unisma’s Hospital Malang. Method: We choose an observational case study as a method in this research. Result and discussion: In this hospital, the hazards are mostly coming from ergonomics factors. There is still no formally structured implementation of heath and safety management. The employees are able to recognise the hazard in their workplace. They also have a good awareness of health and safety and strong commitment to implementation of health and safety management system. The commitment of the hospital’s directors are still doubtful. The five steps to implement ccupational heath and safety management systems are : commitment and policy, planning, implementing, measurement and evaluation, and review. Conclusion and recommendation: The awareness and commitment of occupational health and safety from the employee are good enough. But the management should improve it. There is still no formally structured implementation of heath and safety management. The implementation of occupational heath and safety management systems should follow the proper steps.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Penerapan SMK3