Laporkan Masalah

Analisis dampak perubahan status Rumahsakit instansi pengguna Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) :: Studi kasus Rumahsakit Dharmais Jakarta

BAKARA, Mangapul, dr. Sunartini, Sp.AK.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang perubahan pola pengelolaan keuangan pada rumah sakit disebabkan oleh; 1) menurunnya dukungan pembiayaan dari pemerintah, 2) meningkatnya tuntutan masayarakt akibat peningkatan pendapatan, pendidikan, perubahan gaya hidup, kultur dan budaya, serta 3) tekanan ekonomi dan situasi politik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pentingnya pengelolaan keuangan di rumah sakit yang dapat membantu mencapai efisiensi dan efektifitas. Penelitian ini merupakan kajian studi kasus dengan menggunakan metode analisis deskriptif secara kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan proses atau peristiwa yang sedang berlangsung. Data dan informasi penelitian dikumpulkan dari data primer didapatkan melalui pengamatan atau observasi dan wawancara mendalam, dan data sekunder dikumpulkan melalui pengamatan terhadap dokumen-dokumen dan peraturan-peraturan lain (pustaka). Landasan dari perubahan tersebut adalah kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan mutu pelayanan unit/satuan pelayanan antara lain adalah melalui kebijakan otonomi manajemen (korporatisasi), yaitu; “pemberian kewenangan secara eksplisit dan jelas kepada unit/satuan kerja tertentu dari instansi pemerintah untuk menyelenggarakan manajemen operasional pelayanan secara mandiri dan otonom. Kebijaksanaan tersebut pada dasarnya dimaksudkan untuk membangun dan meningkatkan kinerja satuan-satuan organisasi pemerintah, agar mampu memberikan pelayanan prima dan memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dalam menyelenggarakan fungsi pelayanan masyarakat Perubahan kebijakan pengelolaan keuangan rumah sakit Kanker Dharmais dari Instansi Pengguna Pendapatan Negara Bukan Pajak menjadi rumah sakit Perusahaan Jawatan (Perjan) membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. 1) Pemberian otoritas pengelolaan berdampak pada meningkatnya penerimaan karena proses (birokrasi) yang ditempuh menjadi pendek, karena Rumah Sakit Perjan tidak perlu menyetorkan penerimaannya ke kas Negara melainkan langsung dapat digunakan. 2) Perubahan pola pengelolaan keuangan menjadi Rumah Sakit Perjan juga berdampak pada kebebasan dalam alokasi dana, karena anggaran tidak terpusat pada satu mata anggaran. 3) Peningkatan penerimaan berdampak pada kecepatan dan ketepatan pengadaan sarana dan prasaran rumah sakit. 4) Peningkatan penerimaan juga berdampak pada meningkatnya insentif pegawai sehingga mendorong peningkatan produktifitas. 5) Peningkatan produktifitas berdampak pada meningkatnya pelayanan dan kinerja rumah sakit.

Background: Research background is downhill effect of funding support from government in running social mission of hospital, the increasing of demand user of health service, and also economic pressure and political situation in Indonesia. Purpose: This research aim to know impact change of institution hospital status consumer of PNBP become State of Corporation to funding, human resource, monetary efficiency, medium of Infrastructure and cancer hospital “Dharmais” performance. Method: This research represent case study by using descriptive analysis method by qualitative. Data and research information collected from primary data and secondary data. Primary data got to pass perception or observation and circumstantial interview, secondary data collected to pass perception to documents and other regulations. Result and discussion: Basis for the change is policy of government in the effort to increase quality of service in unit of service is through policy of management autonomy, that is: authorization by explicit and clear to unit or set of certain job of governmental institution to carry out service operational management self-supporting and is autonomous. The wisdom is basically meant to develop or build and improve performance set of governmental organization; to be can give prima service and have excellence of competitive in carrying out function service of society. Conclusions: Impact change of hospital status to funding includes; cover the make-up of acceptance of hospital, the increasing of service quality, incidence of new acceptance posts, facility of allocation source of pattern and pattern compilation of hospital budget. Impact change of status to human resource is the increasing of allocation source of fund coming from acceptance of hospital for the education, training and service. Impact change of hospital status to monetary efficiency is starting the calculating of reward of investment (ROI), total rotation of asset (TATO) and calculated by capital ratio him alone. Impact change of hospital status to management of medium of infrastructures is the increasing of fund allocations amount for supplying of medical equipments and non-medical equipment and that process becoming precise and quicker of short effect bureaucracy and accuracy of planning. And impact change of hospital status to hospital performance is the increasing of number growth of service productivity, the increasing of service efficiency and the increasing of service quality.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Perubahan Status Tumah Sakit,PNBP,Perjan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.