Pengaruh Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata) dalam Pakan terhadap Histomorfometri Usus Ayam Broiler yang Diinfeksi Eimeria sp.
Safrina Aulia Rakhim, drh. Antasiswa Windraningtyas Rosetyadewi, M.Sc.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Koksidiosis yang disebabkan oleh Eimeria
sp. merupakan penyakit parasitik yang dapat merusak saluran pencernaan ayam
broiler. Sambiloto (Andrographis paniculata) berpotensi digunakan
sebagai antikoksidia alami karena mengandung senyawa bioaktif yang memiliki
aktivitas antiprotozoa, antiinflamasi, dan imunomodulator. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak sambiloto terhadap
histomorfometri usus ayam broiler yang diinfeksi Eimeria sp. Penelitian
menggunakan 45 ekor ayam broiler yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu K
(-), K(+), dan P yang diberi pakan mengandung ekstrak sambiloto 1% sejak awal
pemeliharaan. Infeksi Eimeria sp. dilakukan secara oral pada hari ke-14
dan penelitian berlangsung selama 35 hari. Nekropsi dilakukan pada hari ke-20,
28, dan 35 untuk pengambilan sampel duodenum, jejunum, ileum, dan sekum.
Parameter yang diamati meliputi panjang vili, kedalaman kripta, dan rasio
panjang vili terhadap kedalaman kripta. Data dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto berpengaruh signifikan
(P<0>Eimeria sp., yang ditunjukkan oleh panjang vili ileum pada
kelompok perlakuan yang lebih tinggi dibandingkan kontrol positif dan mendekati
kontrol negatif, meskipun efeknya belum konsisten pada seluruh segmen usus.
Coccidiosis caused by Eimeria sp.
is a parasitic disease that can damage the digestive tract of broiler chickens.
Andrographis paniculata has potential as a natural anticoccidial agent
due to its bioactive compounds with antiprotozoal, anti-inflammatory, and
immunomodulatory properties. This study aimed to evaluate the effect of A.
paniculata extract on the intestinal histomorphometry of broiler chickens
infected with Eimeria sp. A total of 45 broiler chickens were divided
into three groups: K (-), K(+), and P a treatment group fed a diet containing
1% A. paniculata extract from the beginning of the rearing period.
Infection with Eimeria sp. was administered orally on day 14, and the
experiment was conducted for 35 days. Necropsies were performed on days 20, 28,
and 35 to collect samples from the duodenum, jejunum, ileum, and cecum. The
observed parameters included villus height, crypt depth, and the villus
height-to-crypt depth ratio. Data were analyzed using Two-Way ANOVA. The results showed that supplementation with A.
paniculata extract had a significant effect (P<0>A. paniculata
extract showed a tendency to improve the intestinal histomorphometry of broiler
chickens infected with Eimeria sp., as indicated by greater villus
height in the ileum of the treatment group compared with the positive control
group and values approaching those of the negative control group, although the
effects were not consistent across all intestinal segments.
Kata Kunci : Koksidiosis, Sambiloto, Broiler, Histomorfometri, Eimeria sp.