Clinical Manifestations and Associated Ectoparasites, Bacterial, and Fungal Isolates In Feline Otitis Externa
Tengku Nursyahirah Sabrina binti Tengku Zulpuri Shah, Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Otitis eksterna pada kucing merupakan peradangan pada saluran telinga eksternal yang berhubungan dengan etiologi multifaktorial, termasuk ektoparasit, bakteri, dan fungi. Observasi laboratorium terhadap agen penyebab yang berasosiasi dengan otitis eksterna memiliki peran penting dalam diagnosis dan penatalaksanaan terapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi klinis serta mengamati keberadaan ektoparasit, serta isolat bakteri dan jamur yang berasosiasi dengan otitis eksterna pada kucing. Penelitian ini dilakukan pada empat belas pasien kucing yang didiagnosis menderita otitis dari beberapa klinik hewan di wilayah Yogyakarta. Data klinis dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan evaluasi otoskopi. Pemeriksaan laboratoris yang dilakukan meliputi observasi serumen telinga untuk mendeteksi ektoparasit, kultur bakteri menggunakan Mannitol Salt Agar (MSA) yang dilanjutkan dengan pewarnaan Gram, serta kultur jamur menggunakan Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang dilanjutkan dengan pewarnaan Lactophenol cotton blue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis otitis eksterna pada kucing meliputi telinga kotor (100%), adanya sekret telinga (50%), debris berbau (50%), dan frekuensi menggaruk telinga (14%). Otodectes sp. teridentifikasi pada beberapa kasus, yang menunjukkan perannya sebagai faktor primer dalam otitis eksterna. Isolasi bakteri menunjukkan adanya kokus Gram-positif sesuai dengan Staphylococcus spp., sedangkan pemeriksaan fungi menunjukkan isolat dengan morfologi yang konsisten dengan jamur filamen genus Aspergillus. Kesimpulan penelitian ini adalah otitis eksterna pada kucing ditandai gejala klinis terutama yang terlihat pada saluran telinga eksternal, termasuk adanya debris telinga, sekret, dan bau, serta berasosiasi dengan berbagai etiologi.
Feline otitis externa is an inflammation of the external ear canal in cats and is associated with multifactorial etiologies, including ectoparasites, bacteria, and fungi. Laboratory observation of causative agents associated with otitis externa plays an important role in its diagnosis and therapeutic management. This study aimed to describe the clinical manifestations and to observe the presence of ectoparasites, as well as presumptive bacterial and fungal isolates associated with otitis externa in cats. This study was conducted on fourteen feline patients diagnosed with otitis from several veterinary clinics in the Yogyakarta region. Clinical data were collected through anamnesis, physical examination, and otoscopic evaluation. Laboratory examinations included microscopic observation of ear cerumen for ectoparasites, bacterial culture using Mannitol Salt Agar (MSA) followed by Gram staining, and fungal culture using Sabouraud Dextrose Agar (SDA) followed by Lactophenol cotton blue staining. The results showed that the most common clinical manifestations included dirty ears (100%), ear discharge (50%), malodorous debris (50%), and frequent ear scratching (14%). Otodectes sp. was identified in several cases, indicating its role as a primary factor in otitis externa. Bacterial isolation indicated the presence of presumptive Gram-positive cocci consistent with Staphylococcus spp., while fungal examination revealed isolates morphologically consistent with filamentous fungi of the genus Aspergillus. These findings indicate that feline otitis externa is characterized by clinical manifestations primarily involving visible changes in the external ear canal, including the presence of ear debris, discharge, and odor, and is associated with multiple etiologies.
Kata Kunci : bacteria, cats, ectoparasites, fungi, otitis externa