Membongkar Logika Pemerkosaan Sistematis terhadap Perempuan Palestina dalam Agenda Genosida Israel
Aisya Cahya Daniswara, Dr. Ririn Tri Nurhayati, S.IP., M.Si., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Pasca-eskalasi kekerasan pada Oktober 2023, kekerasan terhadap perempuan Palestina meningkat secara signifikan, termasuk kekerasan seksual dan pemerkosaan. Pemerkosaan kerap direduksi sebagai efek samping dari konflik bersenjata, dalam konteks Palestina, pemerkosaan bertransformasi dari weapon of war menjadi strategi genosida. Penelitian ini berupaya membongkar bagaimana pemerkosaan terhadap perempuan Palestina difungsikan sebagai strategi genosida Israel. Konsep rape as a weapon of war and genocide dan gender militerisme memungkinkan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana pemerkosaan bekerja sebagai elemen kekerasan militeristik hingga menjadi strategi genosida yang secara spesifik mengeksploitasi kerentanan sosiokultural. Dengan merekognisi posisi perempuan Palestina yang dianggap sebagai simbol kehormatan (‘ird) dalam masyarakat Palestina, tulisan ini menemukan bahwa penargetan terhadap tubuh perempuan secara spesifik memicu social death. Runtuhnya kehormatan ini tidak hanya memutus ikatan sosial dan melumpuhkan daya tahan (sumud) warga Palestina, tetapi juga beriringan dengan kerusakan fisik dan mental yang menghentikan kapasitas reproduksi. Kehancuran struktural dari dalam ini memberikan celah besar bagi Israel untuk melanjutkan agenda genosidanya.
As the humanitarian crisis in Palestine escalated in October 2023, violence against Palestinian women has also increased significantly, especially sexual violence and rape. Although rape in war is frequently reduced to a mere byproduct of armed conflict, in the context of the Israel-Palestine genocide, rape has transformed from a weapon of war into a genocidal strategy. Thus, this research aims to unfold how Israel instrumentalised rape—specifically against women—as a weapon of genocide against Palestinians. Utilizing the frameworks of rape as a weapon of war and genocide alongside gender militarism, this study identifies how rape operates as an element of militaristic violence, ultimately escalating into a genocidal strategy that specifically exploits sociocultural vulnerabilities. By recognizing the position of Palestinian women as the symbol of honor ('ird) within Palestinian society, this paper finds that the specific targeting of women's bodies triggers social death. The destruction of this honor not only severs social ties and weakens the resilience (sumud) of Palestinians, but it also coincides with physical and mental destruction that damages reproductive capacity and the social fitness of women. This internal destruction paves the way for Israel to annex the territory and execute the genocide with less resistance.
Kata Kunci : genosida, martial rape, pemerkosaan, okupasi militer, social death