Evaluasi Karakteristik Menstruasi Pasien Kanker Payudara Usia Reproduktif Pascakemoterapi di RSUP Dr. Sardjito
Aprivia Nailul Izza, dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG; Dr.rer.nat. dr. Dyah Laksmi Dewi, M.Sc., Sp.B., Subsp.Onk(K); dr. Diannisa Ikarumi Enisar S., Sp.OG., Subsp.Obginsos.
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi pada wanita dan insidensinya terus meningkat. Kemoterapi sebagai salah satu terapi utama kanker payudara diketahui memiliki efek gonadotoksik yang dapat menyebabkan kerusakan ovarium, penurunan produksi hormon reproduksi, dan gangguan fungsi menstruasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker payudara usia reproduktif sering mengalami amenore dan perubahan karakteristik menstruasi pascakemoterapi, yang berpotensi memengaruhi fertilitas serta kualitas hidup. Periode lebih dari enam bulan pascakemoterapi merupakan fase penting untuk mengevaluasi pemulihan fungsi ovarium dan mendeteksi gangguan menstruasi yang dapat berlanjut dalam jangka panjang. Namun, data mengenai karakteristik menstruasi pasien kanker payudara usia reproduktif setelah kemoterapi masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui perubahan karakteristik menstruasi pasien kanker payudara usia reproduktif sebelum kemoterapi, selama kemoterapi, dan lebih dari enam bulan pascakemoterapi berdasarkan interval, durasi, dan volume menstruasi.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif menggunakan data karakteristik menstruasi pasien kanker payudara sebelum kemoterapi, sesudah menyelesaikan kemoterapi, dan pada evaluasi 6 bulan setelahnya.
Hasil: Sebanyak 11 pasien kanker payudara usia reproduktif dianalisis dalam penelitian ini. Sebelum kemoterapi, mayoritas responden memiliki interval menstruasi normal (81,8%), sedangkan seluruh responden memiliki durasi dan volume menstruasi normal (100%). Selama kemoterapi terjadi peningkatan proporsi responden dengan interval menstruasi memanjang (63,6%), disertai penurunan durasi dan volume menstruasi pada sebagian responden (9,1%). Pada evaluasi lebih dari 6 bulan pascakemoterapi, seluruh responden (100%) mengalami pemanjangan interval menstruasi, 90,9% mengalami pemendekan durasi menstruasi, dan 90,9% mengalami penurunan volume menstruasi. Kesimpulan: Kemoterapi berhubungan dengan perubahan karakteristik menstruasi pada pasien kanker payudara usia reproduktif. Perubahan tersebut mulai terlihat selama kemoterapi dan menjadi lebih nyata pada periode lebih dari 6 bulan pascakemoterapi, yang ditandai dengan pemanjangan interval menstruasi serta penurunan durasi dan volume menstruasi.
Background: Breast cancer is the most prevalent cancer among women, and its incidence continues to increase worldwide. Chemotherapy, one of the main treatment modalities for breast cancer, is known to have gonadotoxic effects that can cause ovarian damage, reduced reproductive hormone production, and menstrual dysfunction. Previous studies have shown that reproductive-aged breast cancer patients frequently experience amenorrhea and changes in menstrual characteristics following chemotherapy, potentially affecting fertility and quality of life. The period of more than six months after chemotherapy is an important phase for evaluating ovarian function recovery and identifying persistent menstrual disturbances. However, data regarding menstrual characteristics among reproductive-aged breast cancer patients after chemotherapy remain limited. Objective: To determine changes in menstrual characteristics among reproductive-aged breast cancer patients before chemotherapy, during chemotherapy, and more than six months after chemotherapy based on menstrual interval, duration, and volume. Methods: This retrospective cohort study evaluated menstrual characteristics of reproductive-aged breast cancer patients before chemotherapy, during chemotherapy, and more than six months after completing chemotherapy. Results: A total of 11 reproductive-aged breast cancer patients were included in this study. Before chemotherapy, most respondents had a normal menstrual interval (81.8%), while all respondents had normal menstrual duration and volume (100%). During chemotherapy, the proportion of respondents with prolonged menstrual intervals increased (63.6%), accompanied by decreased menstrual duration and volume in some respondents (9.1%). At more than six months after chemotherapy, all respondents (100%) experienced prolonged menstrual intervals, while 90.9% experienced shortened menstrual duration and reduced menstrual volume. Conclusion: Chemotherapy was associated with changes in menstrual characteristics among reproductive-aged breast cancer patients. These changes began to appear during chemotherapy and became more pronounced more than six months after treatment, characterized by prolonged menstrual intervals and decreased menstrual duration and volume.
Kata Kunci : Kanker payudara, Kemoterapi, Cadangan Ovarium, Interval Menstruasi, Durasi Menstruasi, Volume Menstruasi