Analysis of Potential Market Manipulation “Saham Gorengan” Indicators in the Indonesia Stock Exchange: A Case Study of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Althaffalah Nayottama Wardhana, Agus Setiawan, Dr., M.Soc.Sc.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Fenomena "saham gorengan" atau saham pump-and-dump tetap menjadi perhatian yang terus-menerus di pasar modal Indonesia, namun penelitian empiris yang secara sistematis mengidentifikasi indikator kuantitatifnya pada tingkat saham individual masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis apakah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menunjukkan karakteristik yang konsisten dengan manipulasi pasar selama periode Januari 2021 hingga April 2026, menggunakan kerangka kerja multi-metode konvergen yang terdiri dari Rasio Ilikuiditas Amihud, Analisis Volume dan Frekuensi Perdagangan, Analisis Abnormal Return, Valuasi Relatif, dan valuasi DCF FCFF. Hasil menunjukkan indikator manipulasi yang kuat dan konsisten di kelima metode tersebut: rasio illiquiditas DSSA mencapai 1.373 kali rata-rata perusahaan sejenis pada tahun 2023 sebelum anjlok di bawah level perusahaan sejenis pada tahun 2025; volume perdagangan harian rata-rata melonjak 11.648% sementara kelima perusahaan sejenis mengalami penurunan; Pengembalian Abnormal Kumulatif periode penuh sebesar +389,94% signifikan pada tingkat 1% (p = 0,003); multiple pasar pada titik tertinggi sepanjang masa melebihi rata-rata rekanan sebesar 7,2 hingga 17,9 kali; dan skenario dasar DCF FCFF menghasilkan IVPS negatif sebesar ?Rp1.306 terhadap harga pasar Rp101.000, dengan semua 45 skenario sensitivitas menghasilkan nilai intrinsik negatif. Temuan ini menggarisbawahi bahwa lintasan harga DSSA selama periode studi tidak dapat diselaraskan dengan valuasi fundamental apa pun di bawah asumsi yang masuk akal, dan bahwa perilaku pasarnya konsisten dengan fase teoritis siklus pump-and-dump. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja multi-metode empiris yang dapat berfungsi sebagai referensi bagi investor, regulator, dan penelitian akademis di masa mendatang tentang deteksi saham gorengan di pasar modal Indonesia.
The phenomenon of "saham gorengan" or pump-and-dump stocks remains a persistent concern in the Indonesian capital market, yet empirical research systematically identifying its quantitative indicators at the individual stock level remains limited. This study aims to analyze whether PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) exhibits characteristics consistent with market manipulation over the period January 2021 to April 2026, using a convergent multi-method framework comprising the Amihud Illiquidity Ratio, Trading Volume and Frequency Analysis, Abnormal Return Analysis, Relative Valuation, and DCF FCFF valuation. The results indicate strong and consistent manipulation indicators across all five methods: DSSA's illiquidity ratio reached 1,373 times the peer average in 2023 before collapsing below peer levels in 2025; average daily trading volume surged 11,648% while all five peer companies declined; the full-period Cumulative Abnormal Return of +389.94% is significant at the 1% level (p = 0.003); market multiples at the all-time high exceeded peer averages by 7.2 to 17.9 times; and the DCF FCFF base case produces a negative IVPS of ?Rp1,306 against a market price of Rp101,000, with all 45 sensitivity scenarios yielding negative intrinsic value. These findings underscore that DSSA's price trajectory during the study period cannot be reconciled with any fundamental valuation under any reasonable assumption set, and that its market behavior is consistent with the theoretical phases of a pump-and-dump cycle. This research provides an empirical multi-method framework that may serve as a reference for investors, regulators, and future academic research on saham gorengan detection in the Indonesian capital market.
Kata Kunci : saham gorengan, market manipulation, pump and dump, Amihud Illiquidity Ratio, abnormal return, relative valuation, DCF FCFF, Indonesia Stock Exchange