Pengembangan Jaringan Pelayanan Trans Donggala
LUTFIAH WAHYUNI PUTERI, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D., IPM ; Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc.(Eng)., IPU., APEC.Eng.
2026 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Kabupaten Donggala
meresmikan Bus Trans Donggala pada Desember 2024 sebagai respons terhadap
meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun, evaluasi kinerja
operasional menunjukkan bahwa layanan saat ini belum memadai yaitu faktor muat
pada jam puncak mencapai 107 persen yang menandakan kelebihan muatan, waktu
antar kedatangan rata-rata 56 menit jauh di atas ambang batas yang dapat
diterima, dan frekuensi layanan hanya satu kendaraan per jam dari standar
minimum dua kendaraan per jam. Kondisi ini mendorong pengembangan jaringan
pelayanan yang berbasis pada permintaan perjalanan aktual dan potensial
masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan jaringan pelayanan Trans
Donggala melalui empat tahapan yaitu evaluasi kinerja operasional saat ini,
analisis distribusi perjalanan aktual dan potensial, penentuan rute
pengembangan, serta perancangan sistem operasi.
Pendekatan
kuantitatif berbasis pemodelan transportasi digunakan dengan kerangka empat
langkah, difokuskan pada tahap distribusi perjalanan menggunakan Tri-Proportional
Model melalui prosedur Iterative Proportional Fitting. Ketiga
batasan model yakni bangkitan, tarikan, dan distribusi hambatan perjalanan,
diturunkan dari survei primer lapangan dan diseimbangkan hingga mencapai
tingkat kesalahan yang kecil.
Hasil analisis
menunjukkan bahwa tiga koridor pengembangan diusulkan dengan total panjang 22,1
kilometer, dilayani oleh 8 unit Mobil Penumpang Umum aktif dan satu unit
cadangan. Sistem operasi menghasilkan waktu antar kedatangan pada masing-masing
koridor yaitu 10,58;23,92;11,32 menit dan frekuensi masing-masing koridor ialah
5,67;2,51;11,32 kendaraan per jam, seluruhnya memenuhi standar pelayanan
angkutan umum yang berlaku. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi
pengembangan jaringan pelayanan Trans Donggala yang sesuai dengan pola
perjalanan masyarakat dan lebih sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten
Donggala. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis bagi
pemerintah daerah dalam merencanakan sistem transportasi publik yang efektif,
efisien, dan berkelanjutan.
Donggala Regency
launched the Trans Donggala Bus service in December 2024 in response to growing
community mobility needs. However, operational performance evaluation revealed
that the existing service is inadequate the peak load factor reached 107
percent indicating overcapacity, the average headway of 56 minutes far exceeded
acceptable thresholds, and service frequency of only one vehicle per hour fell
below the minimum standard of two vehicles per hour. These conditions
underscore the urgency of developing a service network grounded in actual and
potential travel demand.This study aims to develop the Trans Donggala service
network through four stages: evaluation of existing operational performance,
analysis of actual and potential trip distribution, route development, and
operational system design.
A quantitative
approach based on transport modelling was applied within a four-step framework,
with emphasis on the trip distribution stage using the Tri-Proportional Model
through the Iterative Proportional Fitting procedure. The three model
components which are trip generation, trip attraction, and trip distribution
were derived from primary field surveys and balanced to achieve a low margin of
error.
The analysis results show that three development corridors are proposed
with a total length of 22.1 kilometers, served by 8 active Public Passenger Car
units and one reserve unit. The operating system produces inter-arrival times
on each corridor of 10.58; 23.92; 11.32 minutes and the frequency of each
corridor is 5.67; 2.51; 11.32 vehicles per hour, all of which meet the
applicable public transportation service standards. This study produces
recommendations for the development of the Trans Donggala service network that
is in accordance with community travel patterns and more in line with the
characteristics of the Donggala Regency area. The results of this study are expected
to be a technical basis for local governments in planning an effective,
efficient, and sustainable public transportation system.
Kata Kunci : Trans Donggala, pengembangan jaringan, distribusi perjalanan, Tri-Proportional Model, sistem operasi angkutan umum.