Laporkan Masalah

Analisis Staleholders dalam Pengelolaan Hutan Mangrove oleh Kelompok Tani Hutan Banawa Sekar di Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto Pekalongan Jawa Tengah

Haefa Septiani, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Pengelolaan hutan mangrove merupakan upaya strategis dalam menjaga keseimbangan wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan: 1) mengidentifikasi pengelolaan hutan mangrove oleh KTH Banawa Sekar, 2) mengidentifikasi stakeholders yang terlibat beserta peran dan kepentingannya, 3) menganalisis hubungan antar stakeholders dalam pengelolaan hutan mangrove, dan 4) merumuskan strategi peningkatan peran stakeholders dalam pengelolaan hutan mangrove oleh KTH Banawa Sekar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan Miles dan Huberman. Pemetaan stakeholders dilakukan menggunakan Alignment Interest and Influence Matrix (AIIM) sedangkan perumusan strategi menggunakan Force Field Analysis (FFA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan mangrove oleh KTH Banawa Sekar telah berjalan melalui tiga aspek kelola, yaitu kelola kawasan, kelembagaan, dan usaha dengan pendekatan POAC. Kelola kawasan mencakup rehabilitasi dan konservasi melalui penanaman mangrove serta pengaturan aktivitas masyarakat. Kelola kelembagaan mencakup penguatan struktur organisasi, legalitas formal, serta peningkatan kapasitas kelompok melalui pendampingan. Kelola usaha mencakup pembibitan, pengolahan produk turunan mangrove, serta pengembangan ekowisata. Stakeholders terdiri dari KTH Banawa Sekar, Pemerintah Desa Mulyorejo, CDK Wilayah IV DLHK Provinsi Jawa Tengah, BPDAS Pemali Jratun, DINPERKIM LH Kabupaten Pekalongan, PLN UP3 Pekalongan, Bank Mandiri Area Tegal, dan BINTARI Foundation. Hubungan antar stakeholders membentuk pola kolaborasi yang terpusat pada KTH Banawa Sekar sebagai aktor utama. Strategi peningkatan peran stakeholders diarahkan pada penguatan koordinasi dan kolaborasi, penguatan kelembagaan, serta optimalisasi peran dan pengembangan usaha untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan mangrove.

Mangrove forest management is strategic effort to maintain coastal areas balance while improving community welfare. This study aims to: 1) identify mangrove forest management practices by KTH Banawa Sekar, 2) identify stakeholders involved along with their roles and interests, 3) analyze inter-stakeholder relationships in mangrove forest management, and 4) formulate strategies to enhance stakeholder roles in mangrove forest management by KTH Banawa Sekar. 

This study employed a qualitative approach with case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGD), and documentation study. Data analysis was conducted using descriptive analysis based on the Miles and Huberman approach. Stakeholder mapping was performed using the Alignment Interest and Influence Matrix (AIIM), while strategy formulation employed Force Field Analysis (FFA). 

The findings indicate that mangrove forest management by KTH Banawa Sekar has been implemented through three management aspects under the POAC approach. Area management encompasses rehabilitation and conservation through mangrove planting and regulation of community activities. Institutional management covers organizational structure strengthening, formal legality, and group capacity building through technical assistance. Business management includes seedling production, processing of mangrove-derived products, and ecotourism development. Stakeholders comprise KTH Banawa Sekar, Mulyorejo Village Government, CDK Wilayah IV, BPDAS Pemali Jratun, DINPERKIM LH Pekalongan Regency, PLN UP3 Pekalongan, Bank Mandiri Area Tegal, and BINTARI Foundation. Inter-stakeholder relationships form a collaborative pattern centered on KTH Banawa Sekar as the primary actor. Enhancement strategies are directed at strengthening coordination and collaboration, institutional capacity, and business development to support the long-term sustainability of mangrove forest management.

Kata Kunci : hutan mangrove, analisis stakeholders, AIIM, FFA

  1. S1-2026-494636-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494636-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494636-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494636-title.pdf