Laporkan Masalah

PEMEROLEHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 4—6 TAHUN DI DESA PLUMBON, KECAMATAN TEMON, KABUPATEN KULON PROGO

Shofie Aulia, Dr. I Putu Permana Mahardika, S.S., M.A.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Pemerolehan bahasa merupakan tahap penting perkembangan bahasa seseorang karena berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan serta menguraikan pemerolehan sintaksis bahasa Indonesia pada anak usia dini, khususnya anak usia 4—6 tahun, di Desa Plumbon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, penelitian ini menelusuri (1) bentuk pemerolehan sintaksis anak dan (2) keterkaitan pemerolehan sintaksis terhadap komunikasi anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus berbasis pendekatan deskriptif kualitatif terhadap enam orang anak berusia 4—6 tahun berinisial G, KY, K, A, R, dan KA. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara secara cross sectional yang didukung oleh berbagai stimulus, seperti gambar dan alat bermain. Teori sintaksis dan pemerolehan bahasa digunakan untuk menganalisis data-data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 4, 5, dan 6 tahun memiliki kemampuan yang berbeda pada tataran pemerolehan sintaksis, khususnya pada kemampuan produksi kalimat dan pemahaman kalimat ambigu. Sebagian besar kalimat yang diproduksi oleh anak telah tersusun atas fungsi utama, yaitu subjek dan predikat (S-P) yang diikuti oleh fungsi-fungsi lain, baik itu objek, keterangan, maupun pelengkap. Selain itu, fenomena kebahasaan juga turut menyertai produksi kalimat anak, seperti pelesapan unsur kalimat, repetisi, dan campur kode bahasa Jawa. Perbedaan pemerolehan sintaksis tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi faktor internal dan eksternal anak. Perbedaan kemampuan berbahasa pada tataran sintaksis turut memberikan pengaruh terhadap kemampuan komunikasi anak dan interaksi sosial mereka. Pemerolehan bahasa merupakan tahap penting perkembangan bahasa seseorang karena berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan serta menguraikan pemerolehan sintaksis bahasa Indonesia pada anak usia dini, khususnya anak usia 4—6 tahun, di Desa Plumbon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, penelitian ini menelusuri (1) bentuk pemerolehan sintaksis anak dan (2) keterkaitan pemerolehan sintaksis terhadap komunikasi anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus berbasis pendekatan deskriptif kualitatif terhadap enam orang anak berusia 4—6 tahun berinisial G, KY, K, A, R, dan KA. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara secara cross sectional yang didukung oleh berbagai stimulus, seperti gambar dan alat bermain. Teori sintaksis dan pemerolehan bahasa digunakan untuk menganalisis data-data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 4, 5, dan 6 tahun memiliki kemampuan yang berbeda pada tataran pemerolehan sintaksis, khususnya pada kemampuan produksi kalimat dan pemahaman kalimat ambigu. Sebagian besar kalimat yang diproduksi oleh anak telah tersusun atas fungsi utama, yaitu subjek dan predikat (S-P) yang diikuti oleh fungsi-fungsi lain, baik itu objek, keterangan, maupun pelengkap. Selain itu, fenomena kebahasaan juga turut menyertai produksi kalimat anak, seperti pelesapan unsur kalimat, repetisi, dan campur kode bahasa Jawa. Perbedaan pemerolehan sintaksis tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi faktor internal dan eksternal anak. Perbedaan kemampuan berbahasa pada tataran sintaksis turut memberikan pengaruh terhadap kemampuan komunikasi anak dan interaksi sosial mereka.

Language acquisition is an important stage in a person's language development because it is closely related to communication skills. This study aims to reveal and describe the acquisition of Indonesian language syntax in early childhood, especially children aged 4—6 years, in Plumbon Village, Temon District, Kulon Progo Regency. Therefore, this study explores (1) the form of children's syntax acquisition and (2) the relationship between syntax acquisition and children's communication. This study uses a case study method based on a qualitative descriptive approach to six children aged 4—6 years with the initials G, KY, K, A, R, and KA. Data were collected through cross-sectional observations and interviews supported by various stimuli, such as pictures and play tools. The theory of syntax and language acquisition will be used to analyze the data found. The results of the study indicate that children aged 4, 5, and 6 years have different abilities at the level of syntactic acquisition, especially in the ability to produce sentences and understand ambiguous sentences. Most of the sentences produced by children are composed of main functions, namely subject and predicate (S-P) followed by other functions. Furthermore, linguistic phenomena also accompany children's sentence production, such as omission of sentence elements, repetition, and Javanese code-mixing. Differences in language ability at the syntactic level also influence children's communication skills and social interactions.

Kata Kunci : pemerolehan bahasa, pemerolehan sintaksis, produksi kalimat, anak usia dini

  1. S1-2026-497049-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497049-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497049-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497049-title.pdf