Pengaruh Skor ESG terhadap Kinerja Keuangan: Studi Empiris Perbandingan Perusahaan dalam Industri Berdampak Lingkungan Tinggi dan Rendah di Indonesia
Nikita Dinda Azizah, Agus Setiawan, Dr., M.Soc.Sc.
2026 | Skripsi | MANAJEMENPenelitian ini menguji pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik industri berdasarkan tingkat dampak lingkungannya. Kinerja keuangan dalam penelitian ini direpresentasikan melalui Return on Assets (ROA) sebagai ukuran profitabilitas dan Tobin’s Q sebagai ukuran nilai pasar perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Refinitiv dan Bloomberg selama periode 2020–2024. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling dan menghasilkan 43 perusahaan dengan total 215 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect Model dan robust standard error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA maupun Tobin’s Q. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan skor ESG belum terbukti mampu meningkatkan profitabilitas maupun nilai pasar perusahaan non-keuangan di Indonesia. Karakteristik industri juga tidak terbukti memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan kinerja keuangan, baik pada pengukuran berbasis akuntansi maupun berbasis pasar. Temuan menunjukkan bahwa dalam pasar Indonesia, ESG masih belum sepenuhnya menjadi sinyal ekonomi yang direspons secara signifikan oleh pasar maupun tercermin dalam efisiensi penggunaan aset perusahaan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan adopsi praktik keberlanjutan di Indonesia perlu diiringi dengan perbaikan kualitas pengungkapan dan dukungan regulasi yang lebih kuat agar informasi ESG dapat dipersepsikan sebagai sinyal yang relevan dan andal oleh investor sehingga pada akhirnya mampu berperan lebih efektif dalam pembentukan nilai perusahaan.
This study examines the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on the financial performance of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange, while considering differences in industry characteristics based on their level of environmental impact. Financial performance in this study is represented by Return on Assets (ROA) as a measure of profitability and Tobin’s Q as a measure of firm market value. This study employs a quantitative approach using secondary data obtained from Refinitiv and Bloomberg for the 2020–2024 period. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 43 companies with a total of 215 observations. The analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model and robust standard errors. The results show that ESG performance has no significant effect on either ROA or Tobin’s Q. This finding indicates that an increase in ESG scores has not been proven to improve the profitability or market value of non-financial companies in Indonesia. Industry characteristics are also not proven to moderate the relationship between ESG performance and financial performance, either in accounting-based or market-based measurements. The findings suggest that, in the Indonesian market, ESG has not yet fully become an economic signal that is significantly responded to by the market or reflected in the efficiency of corporate asset utilization. This study implies that the increasing adoption of sustainability practices in Indonesia should be accompanied by improvements in disclosure quality and stronger regulatory support, so that ESG information can be perceived by investors as a relevant and reliable signal and ultimately play a more effective role in firm value creation.
Kata Kunci : ESG, ROA, Tobin’s Q, karakteristik industri, industri berdampak lingkungan, Indonesia