Analisis biaya pelayanan gizi keluarga miskin di Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau
JULINARTI, Elis, Prof.dr. Hamam Hadi, MS,Sc.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Pembiayaan untuk kesehatan baik dari sektor pemerintah dan non pemerintah pada tahun 2000 sebesar Rp.1470/kapita/tahun, demikian juga pembiayaan gizi pada tahun 2003 sebesar Rp 200/kapita/tahun. Pembiayaan pelayanan gizi di Kabupaten Indragiri Hulu pada tahun 2003 mendapat kontribusi sebesar 0,55% dari APBD Dinas Kesehatan dan 16,2% dari proyek program perbaikan gizi masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realisai biaya dan biaya seharusnya pelayanan gizi keluarga miskin serta mengetahui pendapat tentang peran pemerintah daerah, DPRD,dan sektor swastadalam pembiayaan gizi keluarga. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menganalisis realisasi biaya dan biaya seharusnya pelayanan gizi keluarga miskin dengan menggunakan metode real cost . Sedangkan pendapat tentang peran pemerintah daerah, DPRD, dan sektor swasta dengan metode wawancara mendalam ( in depth interview ). Hasil : Hasil yang diperoleh realisasi biaya pelayana gizi keluraga miskin sebesar Rp.12.053.000,- tahun 2003 dan 8.763.000,-untuk tahun 2004.Biaya seharusnya Rp 79.022.541,- mewakili puskesmas desa dan 144.073.000,- mewakili puskesmas kota. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis realisasi pelayanan gizi keluarga miskin di Kabupaten Indragiri Hulu rata-rata per orang per tahun sebesar Rp.645,- pada tahun 2003 dan Rp.470,- pada tahun 2004. Biaya seharusnya per orang per tahun rata-rata sebesar Rp.14.290,-
Background : Health cost both in government and non government sectors were allocated Rp. 1470/capita/year in the year 2000. Cost for nutrition programe in the year 2003 was Rp 200/capita/year, while in Indragiri Hulu, cost for nutrition service was allocated 0.55% of regional budget of Health Department and 16.2% of community nutrition improvement programme. Objective : The study was proposed to estimate the real cost and demand cost of nutrition service for poor familiy and to know the opinion of regional government, regional parliament and private sectors role within familiy nutrition cost. Study Design : This was study qualitative descriptive study. The study was conducted to analyze real cost and demand cost of nutrition service for poor family using real cost method and to get opinion about regional government, regional parliament, and private sectors role using in depth interview method. Results : Cost of nutrition service for poor family averaged Rp. 12.053.000,- in the year 2003 and Rp. 8.763.000,- in the year 2004. Whereas the demand cost was Rp 79.022.541,- which represented rural primary health care and Rp. 144.073.000,- which represented urban primary healht care. Conclusion : Cost of nutrition service for poor family in Indragiri Hulu averaged Rp 645/capita/year in the year 2003 and Rp 470,- in the year 2004 while the demand cost was Rp. 14.290.
Kata Kunci : Gizi Masyarakat,Layanan Gizi,Keluarga Miskin, cost analysis, unit cost, nutrition service, poor family.