Laporkan Masalah

New Glaucoma Patient Profile in Tertiary Hospital in Indonesia in 2021-2024

Fakhri Bayhaqi Ub, Krisna Dwi Purtomo Jati;Dhimas Hari Sakti

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Glaukoma adalah kondisi mata serius yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani. Kondisi ini disebabkan oleh degenerasi progresif saraf optik akibat gangguan aliran keluar aqueous humor, yang meningkatkan tekanan intraokular (TIO) dan merusak saraf optik. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan ireversibel di seluruh dunia, dengan perkiraan 80 juta orang menderita glaukoma pada tahun 2020, termasuk 11,2 juta orang yang mengalami kebutaan bilateral. Di Indonesia, prevalensi glaukoma mencapai 0,46% pada tahun 2007, dan prevalensi ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup. Diagnosis glaukoma melibatkan berbagai pemeriksaan seperti bagan Snellen, tonometri slit-lamp, gonioskopi, analisis lapang pandang Humphrey, dan Optical Coherence Tomography, yang hasilnya ditinjau oleh dokter spesialis mata untuk menentukan jenis dan stadium glaukoma. Tantangan utama dalam penanganan glaukoma adalah banyak orang tidak menyadari adanya penyakit ini pada tahap awal, saat pengobatan masih lebih efektif. Gejala biasanya baru disadari ketika kerusakan telah mencapai tahap sedang hingga berat. Oleh karena itu, skrining glaukoma sangat penting. Profiling pasien glaukoma baru, yaitu pasien yang pertama kali dirujuk ke rumah sakit tersier untuk diagnosis glaukoma, sangat penting untuk mengidentifikasi karakteristik umum dan faktor risiko dalam populasi tertentu. Informasi ini dapat membantu pengembangan program skrining yang lebih terarah, sehingga memungkinkan deteksi dan penanganan glaukoma yang lebih dini dan lebih efektif. Tujuan: Menganalisis profil fungsional dan struktural pasien glaukoma baru yang dirawat di rumah sakit tersier di Indonesia dari tahun 2021 hingga 2024 serta mengidentifikasi dan mengevaluasi karakteristik demografis dan faktor risiko yang berhubungan dengan glaukoma pada populasi penelitian.

Glaucoma is a serious eye condition that can lead to permanent blindness if left untreated. This condition is caused by progressive degeneration of the optic nerve due to impaired aqueous humor drainage, which increases intraocular pressure (IOP) and damages the optic nerve. Glaucoma is the leading cause of irreversible blindness worldwide, with an estimated 80 million people suffering from glaucoma in 2020, including 11.2 million bilaterally blind. In Indonesia, the prevalence of glaucoma reached 0.46% in 2007, and this prevalence is expected to increase as life expectancy increases. Glaucoma diagnostics involve various tests such as Snellen charts, slit-lamp tonometry, gonioscopy, Humphrey visual field analysis, and Optical Coherence Tomography, the results of which are reviewed by an ophthalmologist to determine the type and stage of glaucoma. A major challenge in managing glaucoma is that many people don't recognize the presence of the disease in its early stages, when treatment is more effective. Symptoms are usually only noticed when the damage has reached moderate to severe stages. Therefore, glaucoma screening is crucial. Profiling new glaucoma patients, those whose it is their first time reffered to a tertiary hospital for the glaucoma diagnosis, is crucial for identifying common characteristics and risk factors within a specific population. This information can aid in the development of more targeted screening programs, allowing for earlier and more effective glaucoma detection and treatment. Objective: To analyze the functional and structural profiles of new glaucoma patients treated at a tertiary hospital in Indonesia from 2021 to 2024 and To identify and evaluate the demographics and risk factors associated with glaucoma in the study population.

Kata Kunci : Glaucoma, Patient Profile, Screening, Tertiary Hospital.

  1. S1-2026-496696-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496696-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496696-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496696-title.pdf