Laporkan Masalah

Hubungan antara asupan energi, asupan lemak dan obesitas pada remaja SLTP di Kota Jogjakarta dan Kabupaten Bantul

MEDAWATI, Ana, Prof.dr. Hamam Hadi, MS,Sc.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan sekitar 10-18%, khususnya di kota-kota besar. Asupan energi dan asupan lemak yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas dapat berdampak terhadap terjadinya penyakit degeneratif dan penyakit metabolik. Sehingga obesitas pada anak dan remaja harus ditangani sejak dini. Penanganan gizi lebih harus menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti supaya tidak menjadi masalah baru yang meluas dan berkepanjangan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan asupan energi, asupan lemak dan obesitas pada remaja SLTP di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Case Control Study. Subyek penelitian adalah sejumla h remaja SLTP, berusia antara 10-15 tahun, berdomisili di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel ditentukan dengan metode stratified proportional random sampling. Data asupan zat gizi diperoleh dari FFQ, yang diolah dengan program nutri survey. Analisis data untuk menghitung hubungan konsumsi energi dan lemak dengan kejadian obesitas menggunakan uji t, chi-square dan regresi logistik ganda dengan menggunakan komputer program software SPSS for windows version 10,0. Hasil Penelitian: Rata-rata asupan energi total di Kota Yogyakarta pada kelompok kasus sebesar 2818,32 + 618,05 kkal/hr dan kontrol sebesar 2210,42 + 329,81 kkal/hr. Sedangkan rata-rata asupan energi total di Kabupaten Bantul sebesar 2416,99 + 673,52 kkal/hr, dan kontrol sebesar 1778,09 + 312,03 kkal/hr. Untuk rata -rata asupan lemak yang dikonsumsi remaja SLTP di Kota Yogyakarta pada kasus sebesar 817,76 + 202,01 kkal/hr, dan kontrol sebesar 639,36 + 144,83 kkal/hr. Sedangkan di Kabupaten Bantul rata-rata asupan lemak pada kasus sebesar 690,42, + 249,81 kkal/hr dan kontrol sebesar 509,22 + 134,83 kkal/hr. Hasil Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara asupan energi total, asupan lemak dengan kejadian obesitas antara kasus dan kontrol, baik di Kota Yogyakarta maupun di Kabupaten Bantul.(p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan energi total, asupan lemak dengan kejadian obesitas pada remaja SLTP di Kota yogyakarta maupun di Kabupaten Bantul.

Background: Obesity prevalence in Indonesia is increasing about 10 – 18%, especially in big cities. High energy and fat intake can cause obesity occurences . Obesity can bring about degenerative and metabolic diseases, therefore obesity among children and teenagers must be handle early. Nutrition handling must be prioritized in order not to bring wide and never ending new problems. Research Objective: To know the relation between energy intake, fat intake and obesity among junior high school teenagers at Yogyakarta City and Bantul District. Method: The study was an observational type which used a Case control study. Subject of the study was a number of junior high school teenagers, between 10 -15 years age, living at Yogyakarta City and Bantul District, who fulfilled inclusion criteria. The number of samples was determined using stratified proportional random sampling method. Data of nutrition intake were obtain ed from food frequency questionaires processed using nutri survey program. Data analysis used t-test, chi-square and double logistic regrresion to calculate the relationship between energy and fat consumption and obesity occure nce with SPSS for Windows version 10,0 Result: Average total of energy intake in Yogyakarta City for case group was 2818,32 ± 618,05 kcal/day; and for control group was 2210,42 ± 329,81 kcal/day; while average of total energy intake in Bantul District for case group and for control group was 2416,99 ± 673,52 kcal/day and for control group was 1778,09 ± 312,03 kc al/day. Average of fat intake in Yogyakarta City for case group was 817,76 ± 202,01kcal/day and for control group was 639,36 ± 144,83 kcal/day; while a verage of fat intake in Bantul District for case group was 690,42 ± 249,81 kcal/day and for control group was 509,22 ± 134,81 kcal/day. Result of statistical test showed that here was relationship between total energy intake, fat intake and obesity occurence both for case and control groups in Yogyakarta City and Bantul District (p<0,05). Conclusion: There was relationship between total energy intake, fat intake and obesity occurence among Junior high School teenagers in Yogyakarta City and Bantul District.

Kata Kunci : Gizi Anak,Obesitas,Asupan Energi dan Lemak,obesity, nutrien intake, Junior High School teenagers


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.