Profil Keanekaragaman Iktiofauna di Danau Semayang, Kaskade Mahakam Berdasarkan Analisis Environmental DNA (eDNA)
Kezia Janice Lokardo, Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Danau Kaskade Mahakam merupakan danau prioritas nasional di
Provinsi Kalimantan Timur yang telah mengalami berbagai tekanan degradasi
lingkungan. Pemantauan iktiofauna sebagai parameter kesehatan ekosistem umumnya masih bergantung pada
metode konvensional yang terbatas dalam cakupan deteksi sehingga mendorong
penerapan environmental DNA sebagai pendekatan yang lebih efisien dan
non-invasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
keanekaragaman iktiofauna di DKM menggunakan penanda
genetik Cytochrome C Oxidase Subunit I metabarcoding. Sampel
air danau dikumpulkan dan diekstraksi menggunakan kit Qiagen DNeasy Blood and
Tissue, dilanjutkan amplifikasi gen genetik Cytochrome C Oxidase Subunit
I melalui Polymerase Chain Reaction, lalu
dianalisis dengan platform Oxford Nanopore yang divisualisasikan menggunakan
pemrograman Python. Hasil penelitian menunjukkan terdeteksinya 11 ordo, 22 famili,
dan 13 genus setelah proses
eliminasi. Pada tingkat
ordo, Siluriformes mendominasi dengan proporsi pembacaan 53,5%, pada
tingkat famili, Loricariidae mendominasi dengan 53,2%, sementara pada tingkat genus
didominasi oleh Cynoglossus (63,18%). Pola ini mengindikasikan karakter
ekologis iktiofauna yang terdeteksi, terutama kebiasaan hidup bentik dan
toleransi terhadap kondisi perairan fluktuatif yang menjadi ciri khas ekosistem
danau dataran banjir DKM. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode environmental DNA efektif dalam menggambarkan keberadaan dan keanekaragaman
komunitas iktiofauna di DKM, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan berkala
berbasis environmental DNA sebagai
bagian dari strategi pengelolaan kawasan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem DKM.
Mahakam
Cascade Lake is a national priority lake in East Kalimantan Province that has
faced various pressures leading to environmental degradation. Monitoring of
ichthyofauna as a parameter of ecosystem health generally still relies on
conventional methods, which are limited in their detection scope, this has
prompted the adoption of environmental DNA as a more efficient and non-invasive
approach. This study aims to identify the diversity of ichthyofauna in DKM
using Cytochrome C Oxidase Subunit I metabarcoding as a genetic
marker. Lake water samples were collected and extracted using the Qiagen DNeasy
Blood and Tissue kit, followed by amplification of the Cytochrome C Oxidase Subunit I gene via Polymerase Chain Reaction, and then analysed
using the Oxford Nanopore platform, with results visualised using Python
programming. The results of the study revealed the detection of 11 orders, 22
families and 13 genera following the elimination process. At the order level,
Siluriformes dominated with a proportion of 53,5%; at the family level, Loricariidae
dominated with 53,2%; whilst at the genus level, Cynoglossus dominated
(63.18%). This pattern is related to the ecological characteristics of the
detected ichthyofauna, particularly their benthic lifestyle and tolerance to
fluctuating water conditions, which are characteristic of the DKM floodplain
lake ecosystem. This study demonstrates that the environmental DNA method is
effective in characterising the presence and diversity of the ichthyofauna
community in the DKM, whilst emphasising the importance of regular environmental
DNA based monitoring as part of a site management strategy to ensure the
sustainability of the Mahakam Cascade Lake ecosystem.
Kata Kunci : Danau Kaskade Mahakam, eDNA, gen COX1, keanekaragaman iktiofauna