Evaluasi pengawasan sanitasi Hotel dan Restoran/Rumah Makan di Kabupaten Gianyar Propinsi Bali
WIGUNA, I Made Adi, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Pengawasan sanitasi hotel dan restoran/rumah makan merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan untuk mempertahankan citra Bali sebagai daerah tujuan wisata. Puskesmas bertanggung jawab melakukan tugas pengawasan tersebut terhadap hotel dan restoran/rumah makan yang ada di wilayah kerjanya. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komponen input (tenaga, dana, sarana dan sasaran) terhadap pelaksanaan pengawasan sanitasi hotel dan restoran/rumah makan. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sebagai unit analisis puskesmas di Kabupaten Gianyar. Subyek penelitian penanggung jawab program kesehatan lingkungan puskesmas dan kepala puskesmas. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan cek dokumen. Hasil. Jumlah tenaga dan sarana tidak berhubungan dengan frekuensi supervisi sanitasi hotel dan restoran/rumah makan. Sedangkan variabel input yang berhubungan dengan frekuensi supervisi sanitasi hotel dan restoran/rumah makan adalah dana, sasaran dan tugas rangkap. Semakin banyak dana akan semakin sering melakukan supervisi sanitasi hotel dan restoran/rumah makan. Hasil uji regresi juga menunjukkan bahwa tugas rangkap merupakan faktor dominan. Petugas yang tidak mempunyai tugas rangkap, akan semakin sering melakukan supervisi sanitasi hotel dan restoran/rumah makan. Kesimpulan. Komponen input yang berpengaruh terhadap frekuensi supervisi sanitasi hotel dan restoran/rumah makan adalah sasaran dan tugas rangkap.
Background. The sanitation of hotel and restaurant is one of health development priorities to maintain the image of Bali as a prominent tourism destination. Primary Health Care Centers should be responsible to control hotel and restaurant in the working areas. Objective. This research was aimed to find out the influence of input components (manpower, funding, facility and target) toward the implementation of hotel and restaurant sanitation. Method. This research used cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. The unit analysis of the study was Primary Health Care in the district of Gianyar. The subject of the research was the person responsible for environmental health program and manager. The instrument being used in this research was questionaire and document analysis. Result. The number of manpower and facility was not related to the frequency of hotel and restaurant sanitation control. Whereas, the number of the target and variable input that had relationship with the frequency of hotel and restaurant sanitation was multiple tasking, number of target and funding. More funding was associated with more frequent supervision of hotels and restaurants. The results of regression test also showed that multiple tasking was a dominant factor. Health environmental officer who did not have multple tasking would supervised hotel and restaurant sanitation more often. Conclusion. The input component that was influenced the frequency of supervision on hotel and restaurant sanitation was the number of targets and multiple tasking.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Sanitasi Hotel,Pengawasan