Laporkan Masalah

Ketebalan Endometriosis pada Wanita Infertil dengan Pemeriksaaan Ultrasonografi di Klinik Permata Hati RSUP DR Sardjito

Putrika Prastuti Ratna Gharini , Dr. E. Suryadi, SU.; Dra. Sri Sumarni, DAP&E, SU

1995 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Infertilitas adalah masalah reproduksi yang berpengaruh pada masalah medis, sosial dan psikologis. Infer tilitas dapat berasal dari faktor pria, wanita atau faktor keduanya. Wanita lebih mudah mengalami infertili tas karena banyak faktor resiko pada wanita. Organ yang reproduksi wanita meliputi vagina, cervix, tuba dan ovarium. Di dalam rongga uterus terdapat endometrium yang berfungsi sebagai tempat implantasi embrio dan sumber nutrisi embrio pada awal kehidupan. Fungsi endo metrium tidak hanya berpengaruh pada fertilitas namun juga pada fertilisasi invitro. Menurut Drugan (1988) peningkatan ketebalan ada hubungannya dengan kadar estradiol yang tinggi, oosit yang matur, dan angka keberhasilan fertilisasi dan kehamilan yang meninggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan ke tebalan endometrium pada wanita infertil. Metode peneli tian deskriptif dengan rancangan studi retrospektif. Data diambil dari catatan medik dari pasien yang datang ke klinik Permata Hati RSUP Dr. Sardjito dan diperoleh subyek sebesar 41 sampel dengan kriteria berusia dibawah 40 tahun, pemeriksaan sperma suami normal dan menjalani pemeriksaan dasar untuk infertilitas. Data diolah dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 41 sampel ditemu kan wanita infertil dengan endometrium tipis sebanyak 14 orang (34,15%), endometrium cukup sebanyak 16 orang (39,02%) dan endometrium. tebal sebanyak 11 orang (26,83%). Pada 5 sampel dengan endometrium tipis yang diper iksa hormonnya, 100% mempunyai kadar estradiol rendah. Dari 14 sampel, 11 orang (78,57%) mempunyai status ovulasi yang tidak baik. Pada 8 sampel dengan endometrium cukup yang diper iksa hormon estradiolnya, 6 orang (75%) mempunyai kadar yang rendah, 12,5% mempunyai kadar normal, dan 12,5% mempunyai kadar tinggi. Dari 16 sampel, 13 orang (81,25%) memiliki status ovulasi baik. Pada 5 sampel dengan endometrium tebal yang dipe riksa hormon estradiolnya, 1 orang (20%) mempunyai kadar rendah, 4 orang (80%) mempunyai kadar normal. Dari 11 sampel, 10 orang (90,91%) mempunyai status ovulasi baik. Dari hasil diatas ternyata pemeriksaan ketebalan endometrium dapat dijadikan perkiraan secara kasar terhadap status ovulasi dan kadar estradiol Variabel-variabel riwayat fertilitas dan abortus, riwayat pemakaian kontrasepsi, riwayat penyakit, riwayat haid, kadar progesteron dan keadaan rongga uterus tidak dapat ditemukan hubungannya dengan ketebalan endometrium

Kata Kunci : Infertilitas, status ovulasi, kadar estradiol

  1. S1-FKU-1995-81162-Putrika-Prastuti-Gharini-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1995-81162-Putrika-Prastuti-Gharini-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1995-81162-Putrika-Prastuti-Gharini-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1995-81162-Putrika-Prastuti-Gharini-title.pdf