Laporkan Masalah

Penggunaan SP2TP dalam penyusunan rencana tahunan Puskesmas di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali

GIRI, Nyoman Suasa, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pendahuluan : Sejak Undang-Undang nomor 22 dan 25 tahun 1999 resmi dilaksanakan, terjadi perubahan sistem pemerintahan di Indonesia dari sertralistik menjadi desentralistik, beberapa kewenangan diserahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, sehingga daerah harus mampu menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunannya mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Disamping itu pula terjadi desentralisasi fiskal berupa penyerahan dana ke daerah yang dikemas dalam bentuk dana alokasi umum. Untuk mendapatkan dana tersebut masing-masing sektor di daerah mengajukan perencanaan yang di dukung dengan data dan informasi yang akurat. Sejak tahun 1981 SP2TP sudah dilaksanakan dan telah mengalami penyederhanaan dengan tujuan untuk menunjang manajemen tingkat puskesmas. Dari observasi pendahuluan ditemukan perencanaan puskesmas dari tahun ke ketahun kegiatan yang diusulkan tidak jauh berbeda. Tujuan : Untuk Mengetahui penggunaan SP2TP untuk perencanaan tahunan puskesmas. Metoda penelitian : Jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, puskesmas sebagai unit analisis dengan materi penelitian perencanaan tingkat puskesmas, subyek penelitian adalah kepala puskesmas, petugas SP2TP puskesmas, koordinator perencaan puskesmas dan bagian perencanaan dinas kesehatan kabupaten. Alat penelitian adalah pedoman wawancara dan daftar tilik, variabel independen adalah: SP2TP dan variabel dependen adalah perencanaan tahunan puskesmas. Hasil : Data SP2TP yang ada semuanya memenuhi kriteria ketepatan waktu dan ketersediaan, sebagian besar akurat, hanya sebagian kecil bermanfaat dan semua SP2TP datanya tidak lengkap. Rencana tahunan puskesmas bermanfaat disemua puskesmas, sebagian kecil memenuhi kriteria ketepatan dan objektivitas serta ruang lingkup, sebagian besar memenuhi kriteria akuntabilitas dan semuanya memenuhi kriteria efektivitas biaya dan ketepatan waktu. Kesimpulan: Data SP2TP di Kabupaten Buleleng belum dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan tahunan puskesmas dan rencana tahunan puskesmas belum memenuhi semua kriteria sebagai perencanaan yang baik.

Background. Since the law no 22 and 25 in the year of 1999 was officially implemented, there was a changing government system in Indonesia from centralistic to decentralistic, some authorities were delegated from central government to regional government, so that the local government should be able to govern and develop starting planning, implementing and evaluating. In addition, fiscal decentralization such as funding to the health program was packaged in the form of general allocation funding. In order to obtain the funding, each sector in the area should proposed planning that is supported with accurate data and information. Since the year of 1981, SP2TP has already implemented and has experienced simplicities with the purpose to support management in the level of Primary Health Care. From the previous observation, it was obtained that the proposed activity in the planning of Primary Health Care year by year was not considerably different. Objective. In order to find out the use of SP2TP for Primary Health Care annual planning. Method. This was a case study that used qualitative approach. Primary Health Care as analysis unit with research matter was planning in the level of primary health care, the subject of the research was principal of primary health care, officer of SP2TP Primary Health Care, coordinator of Primary Health Care planning and planning division of district health office. The instrument being used was interview guidance and checklist. Independent variable was SP2TP and dependent variable was health planning. Result. All of SP2TP data was fulfilled the criteria of punctual and availability, most of the data was accurate, only some part that was beneficial and all of the SP2TP data was incomplete. The annual planning of Primary Health Care was beneficial in every Primary Health Care, some of them fulfilled the criteria of accuracy and objectivity as well as coverage, mostly fulfilled the criteria of accountability and all of them fulfilled the criteria of cost effectiveness and punctual. Conclusion. SP2TP data in the district of Buleleng was not utilized optimally for annual planning of Primary Health Care and the plan was not yet fulfilled all criteria as a good planning.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan, Rencana Tahunan Puskesmas, SP2TP, Management, Health Information, Program Planning.

  1. S2-PAS-2005-Nyoman_Suasa_Giri-Abstract_pdf.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Nyoman_Suasa_Giri-Bibliography_pdf.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Nyoman_Suasa_Giri-Table_of_Content_pdf.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Nyoman_Suasa_Giri-Title_pdf.pdf